Sifat ‘ibadurrahman


(diterjemahkan dengan beberapa perubahan dari sahab.net oleh Abu Abdillah Al Jawy. Asalnya adalah muhadhoroh/ceramah Syaikh Robi’ al Madkhaly hafizhohullah)

Allah mengatakan :

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً. وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً. وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً. إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً. وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً. وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً. يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً. إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً. وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَاباً. وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَاماً. وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمّاً وَعُمْيَاناً. وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً. أُوْلَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَاماً. خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً. قُلْ مَا يَعْبَأُ بِكُمْ رَبِّي لَوْلَا دُعَاؤُكُمْ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَاماً.(الفرقان:63-77

Ayat yang mulia ini menjelaskan sifat – sifat hamba Allah yang sejati dan akhlak mereka, menjelaskan hubungan mereka dengan Allah dan hubungan mereka dengan manusia. Ayat ini menjelaskan pula akidah/keyakinan mereka, menjelaskan pula bagaimana mereka memanfaatkan harta yang mereka miliki, serta bagaimana penerimaan mereka terhadap ayat – ayat Allah ketika mereka diingatkan melalui ayat tersebut..

Kita lihat bagaimana cara berjalan merekaوَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً

(Dan hamba – hamba Ar Rahman mereka berjalan di dunia dengan penuh rendah hati) Allah memuji mereka dengan sitaf tawadhu’ (rendah hati) yang merupakan salah satu sifat terpuji bukan hanya di agama ini bahkan di seluruh agama. Dan lihatlah bagaimana Luqman menasihati anaknya dengan adab ini

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً  (Dan janganlah kamu berjalan di dunia dengan sombong) Maka hamba – hamba Allah mereka berjalan di dunia dengan penuh tawadhu’ dan tanpa dibuat – buat. Mereka bersikap demikian tidak lain karena Aallah subhanahu wa ta’ala daan menghargai sesama muslim.

Kemudian sifat berikutnya adalah وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً (Kalau ada orang jahil/bodoh mencela mereka maka mereka menjawab dengan salam) yaitu Allah menjelaskan bahwa ketinggian akhlak mereka dan kemuliaan jiwa mereka menjadikan mereka tidak melayani celaan orang – orang bodoh kepada mereka dengan celaan yang serupa. Celaan yang keji daan kotor mereka balas dengan ucapan yang baik dan dengan salam yang dengan demikian mereka selamat dari dosa. Di sisi lain, mengikuti tingkah polah orang bodoh bisa menjatuhkan keutamaan orang – orang yang mulia dan menjatuhkan wibawa mereka. Dalam ayat yang lain Allah mengatakan

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ. وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا

إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ.}(فصلت :34 -35

(Dan tidaklah sama antara kebaikan dan kejelekan. Balaslah kejelekan dengan hal terbaik. Dengan demikian, orang yang sebelumnya antara engkau dengan dirinya ada permusuhan bisa menjadi oraang dekat dan sahabat. Dan tidaklah menerima nasihat seperti ini kecuali orang yang bersabar dan tidaaaklah menerimanya kecuali memiliki bagian yang besar)(Surat Fusshilat 34-35)

Ayat ini merupakan pelajaran akhlak yang sangat agung menjelaskan sifat hamba Aallahyang sejati. Maka, kita ambil dari mereka akidah dan kita ambil pula akhlak mereka. Kita membaca aal quran bukan sekadar untuk mencari barokah namun juga untuk kita amalkan karena Islam adalah agama amal bukan sekadar teori belaka.

Kemudian sifat beikutnya وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّداً وَقِيَاماً  (Dan orang  – orang yang  menghidukan malam mereka  untuk sujud dan qiyam/berdiri.) Kalau ayat sebelumnya membahas bagaimana hubungan dengan sesama maka ayat ini membahas bagaiman hubungan dengan Allah, bagaimana mereka mencintai-Nya, mengagungkan-Nya, mengharap rahmat-Nya, dan takut dari adzab-Nya.

Namun perlu diingat disini bahwa menghidupkan malam tersebut bukan dengan menghidupkan seluruh malam karena inilah yang diajarkan oleh nabi kita Muhammad shallallahu alaihiwa sallam. Syariat Islam adalah agama pertengahan tidak berlebih-lebihan dan tidak melampaui batas. Dalam sebuah hadits yang shahih Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menegur sebagian shahabatnya yang berlebihan dalam beribadah. Seorang dari mereka mengatakan akan terus sholat daan tidak  tidur malam; yang lain mengatakan akan terus berpuasa dan tidak berbuka; yang lain mengatakan tidak akan menikah dan akan terus beribadah. Rasulullah katakan :لكني أصلي وأنام وأصوم وأفطر وأتزوج النساء فمن رغب عن سنتي فليس مني (Akan tetapi aku sholat dan tidur, aku berpuasa dan berbuka, dan aku menikah. Barangsiapa benci terhadap ajaranku maka dia bukan termasuk golonganku.)

Dalam hadits lain, suatu ketika rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam masuk masjid dan mendapati ada seutas tali terbentang diantara dua tiang. Ketika beliau bertanya untuk apa tali tersebut, dijawab bahwa tali itu dipakai Zainab untuk mengikat dirinya ketika capek beribadah agar terus bisa ibadah. Maka beliau memerintahkan agar tali itu dilepas dan mengatakan  ليصلّ أحدكم نشاطه فإذا فتر فليقعد (Hendaklah kalian sholat dalam kondisi semangat/bugarnya. Kalau sudah capek/ngantuk hendaklah tidur). Beliau juga mengatakan :  إذا نعس أحدكم وهو يصلي فليرقدن حتى يذهب عنه النوم فإن أحدكم إذا صلى وهو ناعس لا يدري لعله يستغفر فيسب نفسه  (Jika kalian mengantuk ketika sholat hendaklah tidur sampai hilang rasa ngantuk[capeknya]. Karena jika sholat dan mengantuk maka bisa jadi dia tidak sadar bahwa dia merasa beristighfar padahal dia sedang mencela dirinya). Maka hamba Allah yang sejati mereka bukan sekedar melakukan sholat namun mereka sholaat dengan penuh kekhusyu’an baik ketika ruku’ maupun sujud. Allah berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (Sungguh beruntung orang – orang yang beriman yaitu mereka yang di dalam sholat menjadi orang – orang yang khusyu’.) (Surat Al Mu’minun 1-2)

Kemudian Allah jelaskan sifat ‘ibadurrahman berikutnya وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً

(Dan orang – orang yang mengatakan Wahai Rabb(Tuhan) kami, palingkanlah darri kami adzab Jahannam. Sungguh adzabnya adalah adzab yang lazim[kekal]) Yakni mereka beriman dengan adanya neraka Jahannam dan kedahsyatan siksa yang ada di dalamnya dan kehinaan penghuninya yang hal ini membuat mereka memohon perlindungan kepada Tuhan mereka darinya. Hal ini menunjukkan kekuatan iman dan keyakinan yang mereka miliki. Maka hendaklah kita berusaaha memperkuat iman dengan membaca al Quran dan menerungi kandungan maknanya dan mempelajari hadits – hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hendaklah kita berusaaha beribadadah kepada Allah seakan – akan kita melihat-Nya. Dan kalau kita tidak mampu hendaaklahkita yakin kalau Dia melihat kita.

, , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: