Keutamaan Tauhid


Catatan Kaki terhadap Kitab Tauhid (2)

Keutamaan Tauhid Laa ilaaha illallaah

Sebagai pendorong kita untuk beramal shalih dengan amalan paling utama yaitu tauhid, maka kita sangat perlu untuk mengetahui keutamaan – keutamaannya. Diantaranya adalah :

1. Allah subahanahu wa ta’ala berfirman(artinya) : Orang – orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezhaliman maka mereka mendapatkan keimanan dan merekalah orang – orang yang mendapat petunjuk. ( Al An’aam    )

Ketika rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini maka sebagian shahabat merasa berat dan mengatakan Siapa diantara kami yang tidak menzhalimi dirinya? Maka Rasulullah pun menjelaskan maksud kezhaliman yang tersebut dalam ayat di atas adalah syirik. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah dan tidak berbuat syirik kepada-Nya sedikitpun merekalah orang yang mendapatkan keamanan di akhirat dan mendapat petunjuk di dunia dan akhirat.

Syaikh Abdurrahman ibn Hasan menjelaskan bahwa kesempurnaan iman akan mencegah orang yang memiliki iman tersebut untuk bermaksiat sehingga dia akan bertemu dengan Zat yang memilikinya (Allah Ta’ala) dalam keadaan tanpa dosa yang memungkinkan untuk diadzab. Hal ini sesuai dengan firman Allah (artinya) : “ Tidaklah Allah mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman” ( An Nisaa 147) (Lihat kitab Qurrotul ‘Uyun)

2. Tauhid merupakan penghapus dosa yang paling ampuh. Hal ini berdasar beberapa hadits dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diantaranya :

– hadits shahih yang diriwayatkan shahabat ’Abdullah ibn ‘amr ibn ash bahwa rasulullah menceritakan keadaan seorang laki – laki pada hari kiamat ketika ditunjukkan catatan keburukan amalnya yang saking banyaknya catatan kejelekannya sampai dikatakan sepanjang mata memandang dari timur ke barat. Kemudian ketika dia ditanya apakah kau punya amal kebaikan? Dia menjawab dengan putus asa Tidak sama sekali. Maka dikatakan kepadanya Bahkan kau punya amal kebaikan Maka dikeluarkalah selembar kartu bertuliskan laa ilaaha illallah. Maka dia berkata Apa artinya selembar kartu ini dibanding lembaran catatan kejelekanku yang begitu banyak? Maka kemudian ditimbang selembar kartu laa ilaaha illallah itu dengan seluruh lembaran kejelekannya maka ternyata selembar kartu itu lebih berat/bernilai dibanding seluruh lembaran kejelekannya.

– dalam hadits lain rasulullah mengkabarkan bahwa Allah berfirman Wahai manusia, seandainya kamu datang kepadaKu dengan sepenuh bumi kejelekan kemudian ketika datang kepadaKu kamu tidak menyekutukanKu dengan siapapun maka Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi.(hadits hasan insyaallah dan terdapat dalam Arba’in Nawawiyah no.42)

3. Tauhid laa ilaaha illallah merupakan miftahul jannah atau kunci surga. Banyak hadits yang menjelaskan hal ini diantaranya :

–  barangsiapa mati dalam keadaan tidak menyekutukan/berbuat syirik kepada Allah sedikitpun maka akan masuk surga dan barangsiapa mati dalam keadaan berbuat syirik sedikit saja maka dia akan masuk ke dalam neraka. (HR.Muslim)

4. Tauhid merupakan kebaikan yang paling utama. Nabi kita pernah ditanya Apakah laa ilaaha illlallah termasuk kebaikan? Maka beliau menjawab Bahkan sebaik – baik kebaikan. (HR.Ahmad dan Baihaqi dalam Al Asma’. Berkata Sayikh Al Albani bahwa sanadnya hasan)

5. Tauhid merupakan sebab terbesar meraih syafa’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana beliau katakana (artinya) :”Orang yang paling beruntung/bergembira dengan syafa’atku adalah orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah dalam keadaan ikhlas dari kalbunya. (HR. Bukhari Muslim dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

6. Tauhid akan mencegah seseorang kekal di dalam neraka sebagaimana rasulullah katalan (artinya) :” Tidak seorangpun bersaksi laa ilaaha illallah dan Muhammad adalah rasulullah secara jujur dari kalbunya kecuali pasti Allah akan mengharamkan neraka baginya. (HR. Bukhari Muslim dari shahabat Mu’adz radhiyallahu ‘anhu)

7. Syaikh Sa’di menjelaskan bahwa seluruh amal kita baik yang nampak ataupun tidak nampak sangat tergantung kepada tauhid dalam hal diterimanya amalan tersebut di sisi Allah, juga dari segi kesempurnaan amalan tersebut maupun dalam hal tercapainya balasan/pahala dari Allah. Semakin kuat tauhid dan keikhlasan kepada Allah maka hal –hal tersebut akan semakin sempurna.( Al Qoulus Sadid )

Diantara dalil/landasan tentang ini adalah firman Allah (artinya) :Seandainya mereka-para nabi-berbuat syirik maka akan terhapuslah [pahala dan amalan] yang mereka kerjakan. (Al An’aam  88)

Dan masih banyak keutamaan tauhid yang isyaallah akan dipaparkan di kesempatan yang lain.

Beberapa point penting terkait hal di atas :

  1. Makna laa ilaaha illallah adalah tidak ada yang berhak disembah/diibadahi kecuali Allah semata. Atau dengan kata lain : tidak ada yang diibadahi dengan benar kecuali Allah. Dari makna ini perlu kita luruskan penafsiran/penerjemahan laa ilaaha illallah dengan ‘Tidak ada tuhan selain Allah’ atau ‘Tidak ada pencipta selain Allah’ atau yang lebih fatal ‘Tidak ada tuhan selain Tuhan’ (dengan membedakan huruf “t” kecil dan huruf “T” besar).

Kenapa penafsiran kata ilaah dengan pencipta atau “tuhan” tidak tepat? Karena kata ilaah berarti yang diibadahi dan kalbu – kalbu menghadap kepada ilaah itu dengan kecintaan, pengagungan, penghormatan, rasa takut, berharap, serta perendahan diri. (lihat penjelasan Ibnul Qoyyim dalam tulisan beliau Madarijus Salikin).

Selain itu, orang – orang Quraisy di zaman rasulullah yang mereka terlibat peperangan dalam rangka menentang dakwah rasulullah mengakui bahwa pencipta mereka dan pencipta seluruh alam semesta adalah Allah sebagaimana Allah sebutkan pengakuan mereka ini dalam surat Az Zukhruf ayat 9 dan 87. Allah katakan (artinya) : “Seandainya kalian bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan mereka niscaya mereka akan menjawab Allah [yang menciptakan mereka]” Jawaban mereka ini sangat berbeda dengan jawaban mereka ketika diseru kepada kalimat laa ilaaha illallah. Apa jawab mereka? Allah kisahkan : “Apakah dia[Muhammad] mau menjadikan sesembahan yang banyak menjadi satu sesembahan saja [yaitu Allah]? Sungguh ini adalah sesuatu yang sangat aneh” (Surat Shaad ayat 5). Maka dari sini kita perhatikan dengan seksama bahwa seandainya makna laa ilaaha illallah adalah ‘tidak ada pencipta selain Allah’ niscaya mereka tidak akan enggan mengucapkannya.

  1. Dalam mengucapkan laa ilaaha illallah ada syarat – syarat yang harus terpenuhi yang insyaallah dalam kesempatan lain akan kita bahas. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah seseorang tidak cukup mengucapkan namun juga tingkah lakunya harus sesuai dengan apa yang dia ucapkan itu.
  2. Tauhid ini harus menjadi landasan dalam setiap amal kita termasuk dalam menyongsong bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan. Hal ini karena rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mensyaratkan untuk tercapainya bulan Ramadhan sebagai ampunan dan penghapus dosa adalah ketika amalan – amalan di bulan tersebut dilakukan dengan iman dan ihtisab. Artinya, mempercayai janji Allah dan mengharap pahala di sisi Allah yang ini tidak lain merupakan perwujudan dari tauhid. Allahu A’lam.

, , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: