Hadits Dha’if/lemah seputar Qurban


Bismillahirrahmanirrahim.

Sangat penting bagi kaum muslimin untuk bisa memilah – milah hadits yang shahih/benar diucapkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan hadits yang dha’if/lemah artinya nabi kita tidak mengucapkannya. Jangan sampai kita termasuk ke dalam ancaman rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang mutawatir : ‘Barangsiapa berkata atas namaku apa – apa yang tidak aku katakan maka hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka’

Sungguh sebuah ancaman yang menakutkan sekaligus pelajaran dari beliau agar kita tidak bermudah – mudahan dalam mengatakan nabi bersabda… atau mengatakan rasulullah berkata…

Diantara akibat beredarnya hadits – hadits lemah di masyarakat adalah maraknya bid’ah yang menjadi salah sebab terbesar terjadinya perpecahan umat.

Berikut ini beberapa hadits dha’if /lemah seputar qurban :

i) “Barangsiapa berqurban dengan kerelaan hati dan mengharapkan pahala[dari Allah] maka qurbannya itu akan menghalanginya dari api neraka.”

ii) “Wahai sekalian manusia, sembelihlah, dan harapkanlah pahala darinya karena darah hewan qurban walaupun jatuh ke tanah maka sesungguhnya berada dalam penjagaan Allah ‘azza wa jalla.”

iii) “Wahai Fathimah, berdirilah dan saksikanlah sembelihanmu karena akan diampuni seluruh dosa yang pernah engkau kerjakan pada awal tetesan darah [sembelihanmu].”

iv) ” Setiap sehelai rambut [binatang qurban] merupakan satu kebaikan.”

v) “Tiada satu amalan pun yang seorang lakukan di hari qurban yang lebih baik dibanding darah yang ditumpahkan [dari hewan qurban] kecuali amalan berupa silaturrahmi yang disambung.”

vi) “Barangsiapa menghidupkan[meramaikan] malam ‘idul fitri dan malam ‘idul adh-ha maka kalbunya tidak akan mati pada hari matinya kalbu – kalbu [manusia].”

vii) ” Barangsiapa menghidupkan empat malam [berikut] maka dia berhak meraih surga : malam tarwiyah (8 Dzulhijjah), malam arafah (9 Dzulhijjah), malam an nahr (10 Dzulhijjah), dan malam idul fitri.”

viii) ” Sembelihan qurban menghapuskan hukum sembelihan yang lain.” (artinya sembelihan – sembelihan yang lain menjadi tidak disyariatkan)

ket : dengan hadits ini, banyak dari kaum muslimin yang meninggalkan sembelihan aqiqah yang disyariatkan pada hari ke-7 dari kelahiran seorang bayi.Allahulmusta’an.

(diambil dari kitab Silsilah Ahadits Dha’ifah wal Maudhu’ah karya Syaikh Al Albani rahimahullah yang merupakan seorang pakar hadits terkemuka abad ke-20)

, , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: