Meraih Ridha Di Musim Hujan


Penulis : Al Ustadz Abdurrahman

Hujan merupakan salah satu rizki dari Allah kepada hamba-hambaNya. Allah Ta’ala berfirman (artinya):
“Dan Kami (Allah) telah menurunkan dari langit air yang diberkahi yang kemudian Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun, biji-biji tanaman yang diketam, pohon-pohon kurma yang tinggi dan mempunyai mayang bersusun-susun sebagai rizki bagi hamba-hamba Kami.” (Qaaf 9-11)
Maka sudah sepantasnya bila kita sebagai hamba-hambaNya yang berulangkali mendapatkan rizki tersebut untuk mensyukurinya dengan menunaikan perintah dan menjauhi laranganNya. Namun, ternyata masih banyak diantara kita yang enggan bersyukur dan justru mengingkari rizkiNya. Allah Ta’ala telah mengingatkan hal itu dalam salah satu firmanNya (artinya):
“Dan sungguh Kami (Allah) telah pergilirkan hujan itu diantara manusia agar mereka bisa mengambil pelajaran darinya, namun ternyata kebanyakan mereka tidak mau kecuali mengingkarinya.” (Al Furqaan 50).
Ketaatan kepada Allah sendiri sebagai wujud rasa syukur merupakan sebab turunnya hujan yang membawa berkah. Allah berfirman (artinya):
“Dan bila mereka tetap berjalan lurus di atas jalan ini (ketaatan) maka Kami (Allah) akan memberi minum kepada mereka dengan air yang segar.” (Al Jin 15).
Sebaliknya kemaksiatan meru-pakan sebab terhalangnya turunnya hujan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya):
“…dan tidaklah mereka me-ngurangi takaran atau timbangan melainkan akan ditimpa kekeringan, kesulitan pangan dan kejahatan pemimpin. Tidaklah mereka enggan membayar zakat melainkan akan terhalang turunnya hujan dari langit. Kalaulah bukan karena binatang-binatang ternak niscaya mereka tidak akan diberi hujan..” (Ibnu Majah 4019 dengan sanad hasan ).
Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Tidaklah sebuah tahun itu lebih jelek rizkinya daripada tahun yang lainnya. Akan tetapi Allah membagi rizki-rizki itu dan menjadi-kannya di langit dunia berupa air hujan. Air hujan itu turun dengan takaran dan timbangan yang sama pada setiap tahun. Apabila suatu kaum berbuat kemaksiatan maka Allah akan me-mindahkan air hujan kepada kaum yang lain. Namun bila mereka semua berbuat kemaksiatan maka Allah pindahkan air hujan tersebut menuju padang yang tandus dan lautan.” (Tafsir Al Baghawi tentang Surat Al Furqaan 50).
Hendaknya mereka bersegera untuk bertaubat dari perbuatan maksiat dan meminta ampun kepada Allah sehingga Allah akan melim-pahkan rizki yang banyak kepada mereka. Allah berfirman (artinya):
“Maka aku (Nabi Nuh ‘Alaihis Salaam) berkata: “ Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan melimpahkan hujan yang lebat kepada kalian, memper-banyak harta dan keturunan untuk kalian, memberi kebun-kebun dan mengalirkan sungai-sungai untuk kalian.” (Nuuh 10-12).
Allah juga berfirman (artinya): “Wahai kaumku (kaum Nabi Huud ‘Alaihis Salaam -pen) mohonlah ampun kepada Rabb kalian dan bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan melimpahkan hujan yang lebat untuk kalian dan menambahkan kekuatan untuk kalian serta janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa.” (Huud 52).
Jangan sampai kita tertipu dan terbuai dengan kenikmatan duniawi yang kita rasakan, padahal banyak kemaksiatan masih kita kerjakan dan menganggap adzab Allah jauh dari kita. Bisa jadi ini adalah istidraj (penundaan adzab) dari Allah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa-sallam mengingatkan dalam salah satu sabdanya (artinya):
“Bila engkau melihat Allah mem-beri kenikmatan duniawi kepada sese-orang padahal orang tersebut ber-gelimang dalam kemaksiatan maka itu adalah istidraj.”
Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya:
“Maka tatkala mereka melalaikan peringatan Kami, Kami pun membuka semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sampai ketika mereka berbahagia dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami siksa mereka dengan tiba-tiba dan akhirnya mereka terdiam berputus asa.” Al Maidah 44 (Ash Shahihah 413).
Adab Seorang Muslim Ketika Turun Hujan:
1. Berdoa ketika melihat hujan turun
Doanya:

artinya: “Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat.” (Al Bukhari 1032).
2. Membasahi sebagian anggota badan dengan air hujan pertama yang turun langsung dari langit. Hal ini berdasar hadits Anas bin Malik Radhi-yallahu ‘anhu, berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa-sallam pernah menyingkap pakaian-nya lalu membasahi anggota tubuhnya dengan air hujan. Maka kami bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal itu?”. Maka Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya air hujan ini baru saja turun dari Rabb-nya Ta’ala.” (Muslim 898).
3. Berdoa ketika melihat hujan turun berlebihan.
Doanya:

artinya: “Ya Allah pindahkanlah hujan ini ke tempat lain dan janganlah turunkan kepada kami.” (Al Bukhari 1015 dan Muslim 897).
4. Berdoa ketika melihat angin kencang.
Doanya:

artinya: “ Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dari kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya dan kebaikan yang dibawanya. Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kejelekan angin ini, kejelekan yang ada padanya dan kejelekan yang dibawanya.” (Muslim 899).
5. Berdoa seusai hujan turun.
Doanya:

artinya: “Kami telah diberi hujan dengan keutamaan dan rahmat Allah.” (Al Bukhari 1038 dan Muslim 71).
Tambahan Faedah:
– Turunnya hujan merupakan salah satu udzur (sebab meringankan) yang membolehkan kita untuk tidak mendatangi shalat jum’at dan shalat jama’ah di masjid. Namun, hujan disini adalah hujan yang memang men-datangkan masyaqqoh (beban yang berat). Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam sebagian kitabnya membatasi sampai dengan hujan yang membasahi baju yang seandainya diperas baju itu maka akan mengeluarkan air .
– Termasuk udzur pula adalah jalan yang becek dan angin yang berhembus kencang dengan udara yang sangat dingin sehingga memberatkan untuk pergi menuju masjid.
– Udara dingin seringkali datang ketika musim hujan. Maka, merupakan ujian tersendiri bagi seorang muslim ketika harus berwudlu dalam cuaca yang dingin. Namun, dibalik ujian ini ternyata terdapat pahala yang besar. Junjungan kita nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam menye-butkan beberapa amalan yang bisa menghapus dosa dan sekaligus mengangkat derajat, diantaranya adalah menyempurnakan wudhu dalam cuaca yang sangat dingin. Disana ada cara yang lain yaitu dengan menghangatkan air yang akan di-gunakan untuk berwudhu. Yang demikian bukan hal makruh apalagi haram.
Adapun yang dilakukan oleh sebagian muslimin ketika tidak mampu berwudhu dengan air pada saat cuaca sangat dingin atau ketika sakit, dengan langsung bertayammum adalah tindakan yang tidak tepat. Selama memungkinkan memakai air, walaupun dengan dihangatkan maka tidak boleh melakukan tayammum.
– Diantara kemudahan syariat Islam, terlebih ketika cuaca yang sangat dingin adalah bolehnya seseorang berwudhu dengan tetap memakai kaos kaki (mengusap kaos kaki sebagai pengganti membasuh kedua telapak kaki). Ini tentu dengan syarat dan aturan tertentu yang insyaallah dijelaskan dalam kesem-patan yang lain.
– Jangan sampai kita mencela turunnya hujan karena dianggap menghalangi aktifitas kita. Dengan mencela hujan berarti secara tidak langsung telah mencela dzat yang menurunkan hujan yaitu Allah Subha-nahu wa Ta’ala. Selain itu, celaan kepada hujan yang turun juga berarti protes dan penentangan terhadap takdir/ketentuan Allah yang hal ini merupakan penyimpangan akidah yang sangat fatal. Termasuk dalam hal ini adalah mencela angin yang bertiup. Kita dilarang mencela angin yang bertiup dan dituntunkan untuk berdoa sebagaimana telah disebut di atas.

Wallahu a’lam bish shawaab

  1. #1 by cah ponorogo on Jumat,27 Mei 2011 - 06:42

    artikelnya bagus. nah sekarang musim ujan sangat berlebihan dan pertanian terutama padi didaerah saya paneny kurang bagus dan ada yang gagal panen. karena curah hujan yang terlalu tinggi dan musim ujan yang terus menerus. gimana kita menyikapi hal ini? apakah ini termsuk adzab buat kita smua?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: