Hukum Pancung


Berita tentang seorang TKW yang telah dihukum pancung di Arab Saudi menjadi topik yang sangat ramai dibicarakan di masyarakat dan berbagai media massa.

Perlu kita ingat bahwa Negara Arab Saudi adalah sebuah Negara yang berusaha menegakkan syariat Islam di wilayah Negara tersebut. Sebuah usaha yang kita sebagai sesama muslim perlu mendukungnya. Namun, sebagai manusia mereka pun tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Bahkan, terjadi kemaksiatan dan kemungkaran di lingkup Negara Arab Saudi. Dari sisi penduduk pun, tidak semua warga Negara Arab Saudi baik. Tidak sedikit dari mereka yang tidak sholat dan tidak menjalankan puasa Ramadhan misalnya.Tentu, kalau kita mau adil dalam menilai dan terlepas dari fanatik kebangsaan yang sempit, secara umum tetap Arab Saudi lebih baik dari Negara kita. Di sana pengajaran dan pengamalan tauhid jauh lebih baik dibanding Negara kita bahkan tidak bisa dibandingkan. Di berbagai penjuru tanah air praktek kesyirikan merajalela bahkan didukung oleh orang – orang yang dianggap tokoh agama sekalipun. Penyebaran sunnah – sunnah /ajaran – ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga jauh lebih berkembang di sana. Selain itu, usaha penerapan syariat Islam dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat,termasuk dalam penegakan hukum had, juga merupakan nilai lebih.

Seorang muslim sejati akan selalu berusaha tunduk kepada Allah dan aturan – aturan-Nya. Itulah makna Islam yang sebenarnya yaitu istislam atau tunduk dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya. Diantara bentuk ketundukan ini berupa sikap pasrah dan rela serta bangga dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada dalam diri kita perasaan berat dalam menerima hukum Islam. Allah mengatakan (artinya) : “Sungguh demi Rabb/tuhanmu, tidaklah mereka beriman sampai menjadikanmu sebagai hakim dalam urusan yang mereka perselisihkan kemudian mereka tidak merasa berat dengan apa yang menjadi keputusanmu dan mereka benar – benar pasrah dengannya.” (An Nisa 65). Ayat – ayat lain yang senada dengan ayat ini sangat banyak.

Sehingga, kalaupun dalam masalah pemancungan TKW tersebut ada kesalahan prosedur dan kesalahan teknis, jangan sampai membuat kita membenci hukum pancung yang merupakan bagian dari syariat Islam yang bernama qishash. Qishash adalah balasan setimpal kepada seorang yang menyerang tubuh orang lain. Syariat Islam telah memberlakukan syarat – syarat tertentu dalam penerapan qishash yang dirinci dalam kitab – kitab fiqh berdasarkan Al Quran dan As Sunnah. Maka, qishash adalah aturan Allah Zat Pencipta dan Pemberi Rizki bagi seluruh alam. Sungguh tidak pantas kalau ada seorang yang mengaku muslim kemudian mengatakan bahwa hukum qishash adalah hukum yang tidak manusiawi, atau hukum yang kejam, dan berbagai ungkapan lain yang menunjukkan tidak rela dan memprotes hukum Allah ‘azza wa jalla. Hal ini juga berlaku ketika kita menyikapi hukum – hukum Islam yang lain seperti hukum potong tangan bagi pencuri dan hukum rajam bagi pezina yang telah menikah. Pemberlakuan hukum – hukum seperti ini diatur dengan syarat – syarat yang ketat agar tidak sembarangan dalam menerapkannya karena ini semua menyangkut harta, kehormatan, dan jiwa manusia. Arab Saudi sendiri dalam penegakan qishash memberlakukan tiga tahap penelitian dan pengadilan terhadap tiap kasus yang diadukan dimana ini juga bagian dari usaha kehati – hatian.

Terkait dengan qishash, Allah menegaskan dalam kitab-Nya (artinya) : “Dan bagi kalian dalam hukum qishash ada kehidupan Wahai orang – orang yang berakal niscaya kalian akan bertakwa.” (Al Baqarah 179). Dalam ayat ini ada peringatan bagi orang – orang yang berakal bahwa dengan penegakan qishash akan ada kehidupan. Maksudnya, ketika si A membunuh B secara zhalim padahal B adalah seorang muslim yang haram untuk ditumpahkan darahnya; disini bagi keluarga B ada hak untuk meminta diberlakukan qishash kepada A yaitu si A ganti dibunuh sebagaimana dia telah membunuh B. Dengan penegakan qishash akan tercapai kehidupan yaitu tercegahnya pertumpahan darah yang meluas yang mungkin terjadi seandainya tidak ditegakkan hukum qishash (keluarga si B tidak akan membalas dendam secara membabi buta kepada A dan keluarganya). Selain itu, ada kehidupan pula bagi umat manusia secara umum karena kalau mereka tahu membunuh orang lain secara zhalim bisa mengakibatkan dirinya diqishash hal ini tentu akan menjadi peringatan luar biasa sehingga seseorang tidak akan bermudah – mudahan dalam menumpahkan darah orang lain. Oleh karena itu, penegakan qishash merupakan hak mutlak pemerintah atau pihak yang diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menegakkannya. Hal ini untuk mencegah kekacauan yang mungkin timbul seandainya tiap keluarga korban yang terbunuh diberi wewenang untuk menegakkan qisash tanpa campur tangan pemerintah.

Mari kita bandingkan ketika seorang pembunuh yang zhalim hanya dihukum dengan hukuman penjara dengan alasan kemanusiaan. Alasan kemanusiaan yang nampaknya indah ini melupakan nasib keluarga, istri, dan anak dari korban yang terbunuh apalagi kalau si korban menjadi tulang punggung keluarga. Akibatnya, banyak orang akan meremehkan masalah membunuh orang lain karena menganggap hukumannya ringan; apalagi kalau ada angan – angan akan mendapat remisi/pengurangan masa tahanan kalau nantinya dia berkelakuan baik di penjara. Di sisi lain, keluarga korban yang terbunuh sangat mungkin memendam dendam yang tidak akan pernah hilang yang sewaktu – waktu bisa menimbulkan pertumpahan darah lagi.

Maka, penerapan qishash merupakan solusi agama Islam untuk mencegah orang dalam bermudah – mudahan membunuh orang lain. Allah subhanahu wa ta’ala pun menjanjikan bagi orang – orang yang berakal-yang mau menerapkan hukum Allah ini-Allah janjikan kepada mereka anugerah berupa ketakwaan dimana diantara bentuk ketakwaan adalah perasaan takut menumpahkan darah orang lain dengan zhalim.

Diantara rahmat Islam yang lain, qishash bukan merupakan harga mati. Keluarga korban yang terbunuh berhak memaafkan dengan cara tidak menuntut qisash melainkan meminta diyat atau tebusan bagi nyawa keluarganya yang terbunuh. Bahkan, mereka boleh menerapkan al ‘afwu atau memaafkan secara total dengan tidak menuntut qishash dan tidak pula diyat sama sekali.

Maksiat yang dianggap biasa

Perginya seorang wanita menempuh jarak yang jauh tanpa ditemani mahram adalah hal yang terlarang dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang shahih (artinya) :”Tidak halal bagi seorang wanita untuk bepergian/safar kecuali ditemani oleh seorang mahramnya.” Kenyataannya, banyak sekali dari kaum muslimin yang melanggar larangan ini baik karena ketidaktahuan mereka maupun karena meremehkannya.

Banyak dan beragamnya kasus yang menimpa para TKW di luar negeri merupakan salah satu akibat pelanggaran terhadap petuah nabi di atas. Sebenarnya para ulama-termasuk ulama Arab Saudi seperti Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah-juga telah mengeluarkan fatwa yang melarang kaum muslimin mendatangkan khadimah/pembantu wanita tanpa ditemani mahramnya.

Maksiat lain yang juga dianggap biasa adalah berduaannya seorang wanita dengan lelaki yang bukan mahramnya yang dalam istilah agama bernama khalwat. Hal ini jua dilarang oleh nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits beliau yang shahih. Nyatanya, pacaran merupakan maksiat yang dianggap lumrah oleh kaum muslimin bahkan pasangan yang hendak menikah tanpa didahului pacaran dianggap tidak normal.Allahulmusta’an.

Bentuk lain dari maksiat jenis ini adalah berduaannya seorang sopir dengan majikan wanitanya atau anak perempuan majikan di dalam mobil yang sering kali menimbulkan zina dimana ini juga sering menjadi dilema bagi para TKI yang menjadi sopir di suatu rumah tangga.

Penutup

Mari kita kembali kepada makna Islam yang benar dengan tunduk dan berserah diri kepada Allah ‘azza wa jalla dan berbagai aturan yang telah Allah tentukan baik hukum Allah itu dalam skala yang besar maupun dalam hal – hal yang dianggap remeh. Kemerosotan akidah dan tauhid umat Islam merupakan faktor utama timbulnya berbagai problema umat Islam. Kita jadikan pembersihan dan pembangunan akidah umat sebagai tujuan utama dalam berdakwah bukan seperti yang dilakukan sebagian orang dengan slogan mereka penegakan syariat Islam dan khilafah islamiyah namun nyatanya untuk diri mereka dan keluarga mereka sendiri belum tegak syariat Islam. Akibatnya, timbul pengkafiran kepada pemerintah muslimin dan berbagai pengeboman yang mengatasnamakan Islam padahal Islam berlepas diri darinya.

Mari kita membantu pemerintah muslimin dan menasihati mereka dengan cara yang lembut, sopan, dan syar’i. Jangan sampai kita latah dan terbawa arus dalam menghujat pemerintah ketika timbul suatu masalah. Kita ingat petuah kenabian bahwa adanya pemerintah yang jelek merupakan bagian adzab Allah ketika rakyatnya terjerumus dalam berbagai maksiat.Wallahu a’lam.

, , , , , , , , , , , , ,

  1. #1 by Irfan on Selasa,28 Juni 2011 - 23:22

    Pakai otak dan nurani anda kalau ngomong, bagaimana jika kasus Ruyati yang membunuh majikannya karena membela diri dan itu terjadi terhadap ibu anda, kakak atau adik anda, bisakah anda menerimanya.

    Banyak majikan Arab Saudi yang memperkosa, menyiksa TKW Indonesia sampai mati, tapi mereka tidak dipancung, apakah anda menutup mata anda.

    Mana buktinya Arab Saudi lebih baik dari negara kita,omong kosong, ini adalah karena butanya mata hati anda

    • #2 by as sunnah madiun on Kamis,30 Juni 2011 - 21:40

      “Pakai otak dan nurani anda kalau ngomong, bagaimana jika kasus Ruyati yang membunuh majikannya karena membela diri dan itu terjadi terhadap ibu anda, kakak atau adik anda, bisakah anda menerimanya.

      Banyak majikan Arab Saudi yang memperkosa, menyiksa TKW Indonesia sampai mati, tapi mereka tidak dipancung, apakah anda menutup mata anda.

      Mana buktinya Arab Saudi lebih baik dari negara kita,omong kosong, ini adalah karena butanya mata hati” andaassalamu’alaikum
      maaf,apa dari yg sy tulis ada pembelaan kpd majikan ruyati rahimahallah sedikitpun?adapun ucapan anda bahwa
      “Banyak majikan Arab Saudi yang memperkosa, menyiksa TKW Indonesia sampai mati, tapi mereka tidak dipancung, apakah anda menutup mata anda.”
      sy duga anda berucap demikian dg mengambil brt media massa yg sangat mgkn trjd pembiasan fakta.
      sy sndr prnh tinggal bbrp wkt d saudi dn dsana penegakan hkm islam trmasuk pancung sering dilakukn dn sebagiannya adlh wrg ngr arb saudi.
      adapun bukti bhw saudi lbh baik dbanding ngr kita, sdh sy sebutkn sebagiannya d tulisan trsebut dn msh banyak lg.
      kalo anda prnh bekunjung k saudi sy yakin kalo mau jujur dn trlepas dr fanatik kebangsaan ys sempit, anda akan mengakuinya.
      dn skl lg sy katakan, tdk semua org saudi baik.
      wassalam

  2. #3 by Irfan on Jumat,1 Juli 2011 - 12:38

    Maksud anda pembiasan fakta, fakta itu tidak ada yang benar hanya fitnah, bisa anda buktikan, dan coba jawab sekali lagi, bagaimana bila kasus Ruyati itu terjadi pada ibu, kakak atau anda.

    Saya tidak fanatik dengan kebangsaan, justru anda yang fanatik membela Arab mati-matian, karena mayoritas beragama islam, masih banyak kasus seperti Ruyati, dan kalau anda juga ingat sepert kasus darsem, bisa dibayar dengan uang sebesar Rp. 4,7 Miliar, itu baru 1 orang darsem, bagaiamana dengan yang lainnya harus berapa milyar lagi yang harus dibayarkan.

    • #4 by as sunnah madiun on Sabtu,2 Juli 2011 - 05:51

      Rasulullah mengatakan, “andaikata anakku Fathimah mencuri akan kupotong juga tangannya.”

      Allah berfirman dalam surat AnNisa’:4, ” Wahai orang2 yg beriman Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rosulnya, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yg demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

      shg dalam mencontoh Rasulullah dan mentaati Allah, jika terjadi pada ibu atau kakak saya atau diri saya (dan benar terbukti bersalah) maka saya ridho insyaallah.

      dan yang saya tulis diatas tentunya bukan pembelaan terhadap bangsa Arab tapi untuk pembelaan terhadap syariat Islam.

  3. #5 by Irfan on Sabtu,2 Juli 2011 - 11:27

    Bagaimana dengan perlakuan hukum pancung bagi Ibu Ruyati, dia melakukan itu karena untuk membela diri karena tidak tahan lagi dengan perlakuan biadab majikannya kepada dia, apakah dia tidak bisa dipenjara, haruskah dihukum pancung, lalu bagaimanapula dengan perlakuan majikan yang menganiaya TKW sampai tewas tetapi mereka tidak dipancung, apakah itu adil, apakah itu namanya hukum syariat islam.dan apakah hukum syariat islam (hukum Allah) bisa dibayar dengan dengan uang seperti kasus darsem sekarang ini.

    Sekarang saya tanya apakah dengan diterapkan hukum syariat islam efektif dapat memberikan efek jera kepada manusia, apakah kejahatan benar-benar drastis menurun, atau sama saja.

    • #6 by as sunnah madiun on Minggu,3 Juli 2011 - 06:14

      1. dalam syariat islam membolehkan adanya uang tebusan dan dpersyaratkan oleh si keluarga korban .Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam memberikan dua opsi, “Barangsiapa yang salah satu keluarganya terbunuh maka dia di antara dua pilihan, diberi diyat (tebusan) atau di-qishash.” [Sahih, H.R. al-Bukhari]

      2. ika anda hidup di negara saudi anda akan bisa merasakan perbedaanya (yg signifikan)

      3. Mereka adalah tokoh-tokoh yang bukan di atas jalan Islam yang benar,

  4. #7 by Irfan on Minggu,3 Juli 2011 - 09:21

    Tolong kalau menjawab yg lengkap, sy sampaikan bahwa ibu ruyati melakukan itu karena membela diri dan bagaimana dgn majikan yg tdk dipancung, lalu anda katakan hukum syariat islam bisa dibayar dgn tebusan, berarti hukum Allah SWT tdk tegas karena bisa dibayar, lalu anda juga tdk menjawab pertanyaan sy tentang efektifnya hukum syariat islam untuk membuat efek jera bagi pelaku kriminal

  5. #8 by Irfan on Senin,4 Juli 2011 - 08:24

    1. Berarti Hukum Islam (Hukum Tuhan) bisa dibeli dengan uang, jadi kalau tidak punya uang, bagaimana pula harus diqishash.

    2. Pak tolong dijawab pertanyaan saya, Ibu Ruyati melakukan itu karena membela diri dari perbuatan majikannya, apakah dia harus dihjukum pancung, dan kalaupun harus dipancung bagaimana dengan perbuatan majikan yang menyiksa TKW sampai mati tetapi mereka tidak dipancung, dimana letak keadilannya.

    3. Sedikitpun tidak terbersit tinggal dinegeri barbar dan biadab tersebut.

    4. Tetapi mengapa ribuan umat muslim malah mendukungnya, malah mendoakannya, bahkan mendemo pemerintah dengan perbuatan teror, mengapa Ulama seluruh Indonesaia tidak menfatwakan perbuatan mereka-mereka itu sebagai perbuatan haram.

  6. #9 by abuabu on Senin,4 Juli 2011 - 09:23

    pak irfan iki asal njeplak aeeee
    gak iso dikaseh dalil dari qur’an utowo hadits….
    karepe ya omongan seng mlebu otake seng sagedhe batok klapa…. cilik..
    aneh jaman saiki
    akeh wong ngaku ne islam tapi ga sudi diatur hukum islam he he aneh aneh…
    boro-boro sudi diatur……. ora ngerti blasssss opo iku hukum islam

    jok sok pinter pak irfan….

    • #10 by Irfan on Rabu,6 Juli 2011 - 20:21

      Nama anda Abu-abu sama seperti jawaban anda abu-abu, tidak jelas, saya tidak mengerti bahasa anda jawablah dengan bahasa indonesia

  7. #11 by abu harist on Senin,4 Juli 2011 - 14:33

    assalamualaikum . .
    Ijin ustadz
    . Ana mw numpang ikut komentar dsini . !

    Sbelumnya, ana bngung sma saudara irfan ini. Ana bngung. Apa sh sbenarnya agama saudara irfan ini.
    Ana gk ykin klo irfan ni agamanya islam. Klo dia agamanya islam gag mungkin dri mulutnya kluar kta2 kyak gtu.
    Mrendahkan syari’at agama yg di trunkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

    Cba tnya ke saudara irfan tu. Antu tw drimana klo dia tu mmbunuh krena membela dri. Ana tau apa jalan critanya?
    Jngan asal njeplak klo bcra.
    Mmbela dri dri apa?
    Org yg dia bnuh tu nenek2 yg sdah tua renta. Cma nenek tu ska mrah2 sma dia tu msalahnya sma dia mw minta pulang gk di ksih.
    Jdi gmana menurut anda . . ??
    Lbh jlasnya bca artikel ini . .
    http://aburamiza.wordpress.com/2011/07/04/kasus-ibu-ruyati-sebagai-ujian/

    satu lgi anda jngan merendahkan negeri tmpat kLuarnya syari’at agama ini. Anda tdak tau. Ssungguhnya di mata Allah subhanahu wata’ala negeri yg anda caCi maki adalah negeri yg paling mulia di bndingkan negeri manapun di dunia ini.

    • #12 by Irfan on Rabu,6 Juli 2011 - 20:29

      Sudah saya duga pertanyaan anda, pasti mau menanyakan agama saya apa, Saya beragama islam emangnya kenapa, saya mau tanya apa islam tidak boleh dikritik, tidak boleh dibahas, apa harus engge-engge saja, anda bilang saya merendahkan syariat islam, apa nasib darsem tidak ditukar dengan uang 4, 5 milyar, lalu anda bilang sudah nenek nenek, jadi kalau dia nenek nenek tidak berguina lagi pantas mati, yang benar aja kalau ngomong bro.

      Anda katakan negeri mulia, coba anda sebutkan negara negara islam terutama timur tengah yang damai dan tidak bergejolak, sesama muslim saja bunuh-bunuhan, konon pula dengan non muslim

  8. #13 by Irfan on Selasa,5 Juli 2011 - 14:57

    Mana tanggapannya pak, saya tunggu tunggu sudah 3 hari

  9. #14 by Irfan on Rabu,6 Juli 2011 - 15:35

    Kepada pengurus forum ini, tolong ditanggapi pertanyaan saya, katakan benar jika benar, saya ingin beradu argumentasi sekalian mencari ilmu.

    Terima kasih

  10. #15 by abu Musa on Rabu,6 Juli 2011 - 18:11

    maaf ijin ikut comment.

    @saudara Irfan, saya mengira anda sudah tidak perlu jawaban atas pertanyaan anda karena anda sudah mempunyai jawaban yang anda pikir benar (dan saya yakin itu tidak benar).

    • #16 by Irfan on Rabu,6 Juli 2011 - 20:31

      Kalau anda yakin itu tidak benar, katakanlah yang benar dan patahkan bahwa apa yang katakan itu semua salah dan tidak terbukti

      • #17 by abu Musa on Kamis,7 Juli 2011 - 09:21

        @saudara irfan,Bukankah yang benar sudah disampaikan???? coba anda telaah apa yg disampaikan diatas,anda akan mengerti bahwa pendapat anda sudah patah sejak awal. tp kalo blum “ngeehh” juga…itu karena memang kita mempunyai definisi yg BERBEDA ttg kebenaran itu sendiri.
        jika anda mengaku sbagai muslim,bkaitan dg komentar2 anda, sy katakan anda tlah melampaui batas(kebablasan, kurang ajar)
        jk anda bniat belajar (agama),saya hargai niat anda.Smoga Allah memudahkannya

  11. #18 by abu harist on Rabu,6 Juli 2011 - 21:25

    astagfirullah . . .
    Emang susah ya klo jelasin agama ini dngan orang yg hatinya keras sperti batu . . !!
    Jauh dri chaya hidayah .
    Cma ngandalin hawa nafsunya aja . .

    sdah di jelasin mke Al-Qur’an sma hadist pun jga msh blum bsa trima . .
    Jdi anda mw mke ajaran syapa dlam memahami agama ini.
    Sdangkan hukum yg langsung di smpaikan oleh Allah subhanahu wata’ala (dlam Al-Qur’an) & Rasulullah shalallahu alaihi’wassalam pun anda sdah tdak mw dngar . .

    Lbh memilih mengGunakan hwa nafsu anda . . !

    Klo anda mw bRfikr lbh jerniH . .
    Sbenarnya smua kJadian itu gag akan tRjadi kLo kta bnar2 mNgamalkan syari’at agama ni.

    Jlas2 syari’at agama ini mengHaramkan wanita untu bPergIan dngan tnpa mahram.
    Knpa msh di lakukan.??
    Klo ada mahram yg mNdampingi hal-hal sPerti itu bsa dihndari. Krena ada yg menjaganya.

    Sya sarankn kpda anda, lbh bAik anda plajari dlu agama ini sPenuhnya. Jngan stengah-stengah apa lgi cma sdkit.
    Haram hkumnya mNumpahkan darah-darah kaum muslimin itu di dlam agama ini. Kcuali dngan sbAb yg tlah di atur oleh Allah subhanahu wata’ala di dalam Al-Qur’an . (di dlam artikel di atas tlah di jelaskan).
    Jngankan darah-darah saudara kta sesama muslim, darah-darah orang kafir yg hdup brdampingan & trikat pRjanjian dngan pmerintah kta pun haram untuk di tumpahkan.
    Jdi tdak se’enaknya untuk mNumpahkan drah saudara kta sesama muslim. Jdi jKa hal itu tRjadi mka hukumanya tlah jelas kRena tlah di jelaskan oleh Allah subhanahu wata’ala dlam Al-Qur’an.

    Jdi apanya yg tdak sSuai, tdk sesuai dngan hawa nafsu anda mungkin.
    Tpi itulah yg tlah di syari’atkn oleh Allah subhanahu wata’ala dlam agama ini. Allah yang menciptakan kta hdup di dunia ini, jdi lbh tau mana yg tRbaik buat khidupan manusia di muka bumi ini.

  12. #19 by Irfan on Rabu,6 Juli 2011 - 22:39

    Bpk abu harist yang ahli agama, tdk sedikit dan tdk setengah tengah, semoga mata hati anda msh terbuka dan msh ada sedikit nurani OK tdk ada masalah jika bpk langsung menghakimi saya, skrg tlg jawab ulangan pertanyaan sy, kalau hkm syariat itu adil, apakah ruyati itu murni penjahat dan mengapa dia melakukan pembunuhan itu, baiklah jika katakan sesuai hkm syariat dia hrs dipancung, ttp bagaimana dgn perlakuaan majikan arab yg melakukan kejahatan terhadap TKW hingga mati tpt baginya tdk dikenakan hkm pancung dan sy ulangi lagi apakah hukum syariat bisa dilakukan negosiasi antar umat manusia dengan tebusan uang, kalau mslh kesalahan teknis dlm sistem pengiriman mengapa tdk ada sampaikan kpd MUI, Ahli2 agama Islam, Cendekiawan Muslim, apa mereka tdk bisa dilibatkan dan setidaknya suara anda dan siapa saja yang merasa itu salah bisa didengarkan, sebenarnya jika anda membaca pertanyaan2 yg sampaikan banyak yg blm dijawab oleh forum ini, sekian dan terima kasih

    • #20 by Saudaramu on Sabtu,9 Juli 2011 - 11:23

      Untuk semuanya, barakallahufiikum.
      Semoga kita semuanya menyadari kekurangan masing-masing,
      jangan saling menghujat sesama muslim,
      bagi yang tidak mengetahui sebuah perkara, bertanyalah kepada ahlinya dengan cara yang baik,
      tanggalkan emosi sejenak, dan akuilah ketidak-tahuan itu,
      bagi yang telah memiliki ilmu dan memahami perkara berilah kepada saudara kita yang belum mendapatkannya dengan hikmah dan penuh persaudaraan,
      semoga Allah Ta’ala tidak memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang sombong ataupun golongan orang-orang yang melampaui batas, amin.

      • #21 by Irfan on Senin,11 Juli 2011 - 00:00

        Saya heran melihat banyak muslim seenaknya saja mengkafirkan muslim lain, jika terdapat perbedaan pendapat, seakan-akan dia lebih mulia, lebih pintar dan tidak boleh dibantah, bahkan sampai ada yang menganggap orangtuanya sendiri adalah kafir.

      • #22 by as sunnah madiun on Senin,11 Juli 2011 - 19:58

        Bismillahirrahmanirrahim
        Terkait dengan diyat atau tebusan, maka kami jelaskan disini :
        1. Diyat merupakan syariat Allah atau hukum Allah yang telah disyariatkan dalam Al Quran, As Sunnah dan disepakati oleh para ulama muslimin.
        2. Diyat berlaku pada banyak kasus bukan hanya kasus pembunuhan yang disengaja bahkan sampai pukulan kepada seorang wanita yang sedang hamil sampai menyebabkan keguguran pada janin yang dikandung juga ada diyat. Perinciannya sangat detail dalam Islam tergantung kerugian diderita, tergantung pula sengaja atau tidaknya dan banyak faktor lain. Ini semua menunjukkan kesempurnaan syariat Islam dalam menjaga hak – hak umat manusia secara umum bahkan hak orang kafir yang terzhalimi sekalipun diperhatikan dalam masalah diyat ini.
        3. Pada kasus pembunuhan yang disengaja dan zhalim, Allah menegaskan dalam Al Quran bahwa keluarga yang terbunuh berhak meminta qishash/pembunuh ganti dibunuh, berhak pula menurunkan tuntutan dari qishash menjadi diyat /tebusan, dan bahkan mereka berhak mengampuni dan memaafkan sama sekali dengan tidak menuntut qishash dan tidak meminta diyat. Dan pada asalnya memaafkan total seperti ini telah Allah tegaskan bahwa inilah yang terbaik. Tapi, pada asalnya semua pilihan ini dikembalikan kepada keluarga yang terbunuh secara zhalim. Dari sini kita perlu menyadari bahwa diyat/tebusan tidak berarti hukum Allah bisa dibeli karena diyat juga bagian dari hukum Allah.
        4. Diantara hikmah disyariatkannya diyat adalah bahwa keluarga yang terbunuh mungkin lebih membutuhkan uang tebusan untuk hidup mereka dibanding seandainya menuntut qishash mereka tidak mendapatkan harta yang mungkin sangat mereka butuhkan terlebih seandainya yang terbunuh adalah tulang punggung ekonomi keluarga.
        5. Hikmah lainnya adalah diyat ini sebagai alternatif untuk mencegah banyaknya tuntutan qishash dimana pada dasarnya jiwa seorang muslim adalah terjaga.
        6. Hikmah lainnya adalah pada sebagian kasus tidak memungkinkan dilakukan qishash maka diyat menjadi pilihan. Misalnya, si pembunuh setelah membunuh korbannya dengan zhalim dia lari dan kemudian tertabrak mobil sampai si pembunuh mati. Disini keluarga korban yang terbunuh tidak bisa menuntut qishash dan diyat menjadi alternatif.
        7. Diantara hikmah pula bahwa disyariatkannya diyat bisa mencegah meluasnya pembunuhan sebagaimana ini juga merupakan hikmah dari syariat qishash.
        Wallahua’lam.
        Dan disini kami kembali mengajak kita semua untuk beradab kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan segala bentuk adab yang harus kita tunaikan. Diantaranya adalah dengan menerima sepenuh hati hukum Allah tanpa memprotesnya dan mari kita bertekad untuk melaksanakan syariat Islam secara total. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menunjuki kita semua kepada jalan yang benar.
        Tidak bisa dipungkiri bahwa penerapan syariat Islam bisa mencegah meluasnya kemaksiatan. Kalau memang di Saudi terjadi pemerkosaan terhadap TKW dan berbagai bentuk kezhaliman lainnya, bagaimana di negeri kita?
        Bukankah semakin sering terjadi pemerkosaan, pelecehan seksual, bahkan terhadap gadis di bawah umur, bahkan dilakukan oleh orang – orang yang dianggap sebagai tokoh agama?
        Bukankah di negeri kita perzinaan massal dalam bentuk lokalisasi atau berbagai kedok lainnya seperti panti pijat justru dilegalisir?
        Bukankah berbagai pelecehan seksual sering terjadi bahkan di tempat keramaian seperti bis kota?
        Bukankah semakin banyak terjadi kehamilan di luar pernikahan?
        Bukankah semakin sering skandal seks menimpa tokoh – tokoh di negeri kita?
        Bukankah semakin sering kita dengar ada anak siswi SMA yang gagal ikut ujian karena ketahuan hamil atau bahkan sudah menjadi ibu?
        Bukankah dan bukankah?
        Semoga Allah ‘azza wa jalla menjadikan kita sebagai orang – orang yang mendengar perkataan kemudian mengikuti yang terbaik dari perkataan tersebut.
        (maaf kalau penjelasan kami sedikit terlambat karena berbagai kesibukan yang ada. Semoga Allah ‘azza wa jalla mengampuni kesalahan kita semua)

  13. #23 by Irfan on Selasa,12 Juli 2011 - 08:02

    Bagaimana jika kasus seorang TKW/TKI yang terbunuh dan keluarga TKI/TKW tersebut meminta agar majikan yang melakukan pembunuhan tersebut juga harus dipancung, apakah itu diperbolehkan dan sudahkah ada kasus seperti itu terjadi, sehinnga publik itu tahu bahwa hukum syariat itu adil, berlaku utnuk semua orang, baik dia seorang pembantu ataupun majikan

    Jika anda katakan dengan menerapkan hukum syariat islam bisa mencegah meluasnya kemaksiatan, mana buktinya, tidak adakan, justru dinegara-negara islam yang tidak ada damainya, bom bunuh diri, sunny dan syiah, setiap hari pasti ada darah dan darah dan kalau anda berbicara tentang negara kita, apakah bisa anda jamin jika diterapkan hukum syariat islam di indonesia, maka kemaksiatan, pembunuhan dan kejahatan-kejahatan lainnya semuanya bisa dicegah.

    Lalu bagaimana dengan pertanyaan saya yang lain mengapa tidak dijawab, saya rasa tidak perlu diulangi untuk mengetiknya, silahkan dibaca pertanyaan-pertanyaan saya dari atas ada yang belum dijawab

  14. #24 by Syafruddin al hizam on Rabu,13 Juli 2011 - 22:48

    Assalamualaikum wr wb..
    Sy berikan sedikit komentar tentang pngalaman sy slama 3th d saudiyah!
    1. Emang btul klw pnegakkan syariat islam dsna sngt bagus skali,itu bsa mnjdi pnutan kita muslim indonesia.mulai dr disiplin wktu sholat(laki2 jg hrus sholat d masjid) smpe tata busana wanita..
    2. Sy gx bsa mmbyangkn bgmna negara itu skrg.. klw ROSULULLAH SAW tdk d trunkn d saudi,bahkan sifat n klakuan jahiliyah mreka msih ada smpe skrg.
    Itu trbukti bahwa TKI yg informal adlah budak,mreka branggapan bahwa dgn membeli VISA (PRT) sma halnya mmbli TKW yg bsa d sruh apa aja(slain tgas utama TKW) dan d perlakukan sbagai lyaknya budak(-+80% dr mreka).
    _ “msih bnyk lg kedholiman mreka kpd TKW kita dsna yg gx bsa sy ktik dsni”
    – apakah faktor mnusianya yg sgt tega skali mnganiaya,mmperkosa,mmbunuh TKW kita???
    – apakah faktor sistem negaranya yg tdk mw mndengar pembelaan TKW yg membela diri dan tdk sengaja mlakukan prlawanan yg mngakibatkn majikannya trbunuh???
    Sprti info yg sy dngar wktu dsna,bhwa king abdulloh lbih mengutamakan pribumi dr pd pendatang/buruh migran!
    – apakan keadilan dsna yg d tegakkan hnya utk buruh migran???sedangkan Jarang skali wrga saudi yg d qishosh krn mmbunuh dan mmperkosa buruh migran.
    Mohon d jawab dgn tepat!
    WASALAM.

  15. #25 by Irfan on Kamis,14 Juli 2011 - 09:31

    Sdr Abu harist, abu musa saya ingin mendengarkan lagi tanggapan anda, tolong direspon

  16. #26 by Syafruddin al hizam on Kamis,14 Juli 2011 - 23:27

    Maaf..
    Sy slah seorang yg msih hrus bnyk blajar tentang hukum islam,:
    1.apakah kta mlakukan dosa besar ktika mmpertahankan nyawa dgn mlakukan prlawanan dr seseorang(muslim atw non muslim) yg tlah mncelakai/akan mmbunuh kta???(sedangkan kta tdk ada slah sma mereka).. Dgn konsekuensi lwan tdk d sngaja terbunuh!
    Sebelumnya sya mngucapkan syukron khatir!!!

  17. #27 by Irfan on Minggu,17 Juli 2011 - 08:44

    Sdr. Abu Harist dan yang ada di forum ini mungkin sudah tertutup mata hatinya dan rasa kemanusiaanya, sehingga yang salah dianggap benar dan yang benar dianggap salah

    • #28 by Irfan on Sabtu,23 Juli 2011 - 10:29

      Mana nih tanggapan dari Sdr Abu harist, Abu Musa dan pakar-pakar agama islam yang sangat handal, koq diam saja tidak ada respon. ingat walaupun anda2 diam, saya akan tetap akan berkomentar di forum ini,

  18. #29 by irfan on Kamis,22 September 2011 - 12:14

    Ass. Wr. Wb, kepada Sdr2 yang membela hukum syariat, koq sampai sekarang koq tidak ada tanggapan kepada saya.

  19. #30 by Abdullah on Sabtu,17 Maret 2012 - 17:23

    Bismillah
    Terkait dengan kasus Ibu Ruyati silahkan baca Kasus Ibu Ruyati Sebagai Ujian oleh al Ustadz Qomar ZA hafizhahullah:

    Telah terjadi hukum pancung atas ibu Ruyati pada tanggal 18 Juni 2011 lalu di negara Saudi Arabia (http://m.inilah.com/read/detail/1620212/inilah-kronologis-proses-hukum-tki-ruyati/), kejadian yang cukup menggemparkan, terutama di Indonesia. Bagaimana tidak? Ibu Ruyati -semoga Allah merahmatinya-, adalah seorang ibu berkewarganegaraan Indonesia, yang bekerja menjadi TKW di Saudi Arabia telah dihukum pancung. Seolah tiada hujan tiada angin, tiba-tiba berita duka tersebut menghujani tanah air ini dengan deras, bahkan keluarga korbanpun mengaku tidak mendapat informasi yang cukup. Sebagaimana pemerintah Indonesia juga mengaku demikian.

    Informasi yang tiba-tiba dan dengan segala kekurangannya mengundang banyak komentar di berbagai kesempatan. Tentu, komentar itu pun bermacam-macam sesuai keberagaman orang yang berkomentar. Dari muslim, sampai non muslim. Dari orang yang bijak sampai orang yang sembrono. Dari yang menunggu informasi yang cukup sampai yang asal bunyi dengan penuh ketergesaan dan emosi. selengkapnya kunjungi http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1906

    Sebagai tambahan wawasan bagi kita semua tentang fenomena TKW Indonesia di Arab Saudi, tulisan dibawah ini patut menjadi renungan:

    TKW Indonesia Ternyata Kayak Begini toh…
    Ternyata TKW Indonesia Kebanyakan Adalah Sebagai Pelacur di Negeri Arab

    Terus terang selama ini selalu kita di beritakan tentang TKW TKW di saudi dari satu pihak saja dan tidak mendengarkan langsung dari pihak majikan di saudi, berikut ana kirimkan artikel yang ditulis oleh majikan di saudi asal Indonesia yang bersuamikan orang arab tentang kebiasaan kebiasaan TKW Indonesia di saudi arabia yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

    Seringkali saya membaca postingan rekan-rekan di Kompasiana, tentang kisah-kisah pilu dan menyedihkan para TKW yang bekerja di Saudi Arabia. Kisah-kisah itu diangkat berdasarkan cerita para TKW ataupun hanya sebatas pengamatan selintas tentang keadaan para TKW saat mereka bertemu di mall-mall, restaurant ataupun di Rumah Sakit.

    Sebetulnya kalau kita mau jujur terhadap diri kita sendiri. Para TKW/PRT itupun sudah diperlakukan tidak layak dan tidak manusiawi sejak sebelum keberangkatan mereka ke Saudi. Pernahkah teman-teman melihat pemandangan di bandara Soeta (Soekarno-Hatta), bagaimana para petugas, baik petugas dari PJTKI-nya atau petugas bandara memperlakukan para ‘pahlawan devisa’ itu yang akan diberangkatkan ke Saudi Arabia khususnya..?? selengkapnya baca di http://www.imzers.org/article/read/26835/tkw-indonesia-ternyata-kayak-begini-toh

    Semoga bermanfaat.. barokallahu fiikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: