Anugerah Allah di Bulan Ramadhan


Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah

 Segala puji bagi Allah yang memberikan anugerah dengan kedermawanan dan kebaikan-Nya. Dialah yang melimpahkan kenikmatan kepada hamba-hamba-Nya dengan kenikmatan yang tidak terhitung jumlahnya. Dia telah memberikan nikmat kepada kita dengan diturunkannya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelas bagi petunjuk tersebut dan pembeda antara yang benar dan yang bathil. Dialah yang telah menolong nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam dan sahabatnya di pertempuran Badr yang kemudian Allah namai hari (pertempuran itu –pen), sebagai Yaumul Furqan (hari pembeda antara yang benar dan yang bathil).

Dia telah memuliakan nabi tersebut dengan dibukanya kota Makkah Ummul Qura dan disucikannya kota tersebut dari berhala-berhala. Betapa mulianya saat itu, istana Islam menjulang tinggi. Bangunan kesyirikan dan berhala runtuh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia adalah Penguasa, Yang Maha Menyayangi dan Mengasihi. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Dia telah mengutusnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar menang di atas seluruh agama lainnya. Shalawat dan salam bagi beliau, keluarga, sahabat beliau yang telah membantu dan menolong beliau. Sebaik-baik pembantu dan penolong adalah mereka. Demikian pula shalawat dan salam bagi pengikut mereka yang baik sepanjang masa.

Selanjutnya, wahai manusia: bertakwalah kepada Allah Ta’ala. Bersyukurlah kepada-Nya atas apa yang telah Dia berikan kepada kalian berupa nikmat yang melimpah. Terkhusus pada bulan yang mulia ini yaitu bulan Ramadhan. Pada bulan ini Allah menurunkan kitab-Nya yang nyata sebagai rahmat bagi alam semesta, cahaya bagi orang yang ingin petunjuk, petunjuk bagi orang yang bertakwa dan pelajaran bagi orang yang mau berpikir. Sebuah kitab yang ayat-ayatnya tersusun indah lalu dirinci dari Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Tidak ada sedikit pun kebatilan dari awal sampai akhir. Kitab yang turun dari Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mulia.

Dalam kitab tersebut terdapat berita umat  sebelum kalian, umat setelah kalian dan hukum untuk kalian. Barangsiapa berpegang teguh dengan kitab tersebut maka ia akan selamat. Barangsiapa menginginkan petunjuk dari kitab itu maka ia akan mendapatkan petunjuk. Sedangkan barangsiapa berpaling dari kitab itu maka ia akan  jatuh ke dalam kebinasaan dan kehinaan. Kecelakaanlah bagi orang-orang yang berpaling dan binasa.

Di bulan ini pula terjadi pertempuran Badr Al Kubra yang Allah menolong tentara-tentara iman dan pasukan Ar Rahmaan (Allah Yang Maha Pengasih). Pertempuran yang Allah menghancurkan tentara-tentara syaithan dan pembela kesyirikan serta berhala. Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mendapatkan berita bahwa Abu Sufyan keluar bersama rombongan dagang Quraisy dari negeri Syam, maka beliau meminta para sahabat untuk menghadang rombongan tersebut Maka pergilah mereka dengan jumlah 300 sekian orang saja. Mereka tidak berkeinginan kecuali sekedar menghadang bukan memerangi. Namun Allah dengan hikmah-Nya mempertemukan mereka tanpa ada kesepakatan di antara mereka untuk Dia menentukan apa yang Dia inginkan. Abu Sufyan mengutus seseorang minta bantuan tentara dari orang-orang Makkah sehingga dapat melindungi rombongan dagangnya. Maka tentara tersebut keluar dari kota Makkah dalam keadaan sombong, riya’ dan ingin menghalangi jalan Allah. Diantara mereka ada yang berkata : “Demi Allah, kita tidak pulang sampai kita tiba di Badr dan singgah selama 3 hari. Kita menyembelih unta, menyantap makanan, minum khamr dan orang-orang Arab mendengar kita sehingga orang-orang Arab tersebut senantiasa bangga dengan kita selama-lamanya”. Mereka mengatakan hal itu. Namun Allah mengawasi perbuatan mereka dan menjaga rasulNya Shallallahu ‘alaihi Wasallam beserta para pembela beliau. Maka Allah berkata kepada para malaikat (artinya): “Bahwa Aku bersama kalian maka bantulah orang-orang yang beriman itu. Aku pun memunculkan rasa takut pada hati orang-orang kafir itu dan penggallah leher mereka serta pancunglah tiap-tiap persendian mereka. Barangsiapa menentang Allah dan rasul-Nya maka sesungguhnya Allah itu sangat pedih azab-Nya.” [Al Anfaal 12-13].

Allah telah mentakdirkan sebab-sebab pertolongan kepada rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi Wasallam dan para sahabatnya yang dengan itu mereka mendapatkan kemenangan. Dia telah mentakdirkan (pula) bagi musuh-musuh-Nya kehancuran. Mereka telah membunuh para pembesar Quraisy dan sebagian lain mereka tawan. Sekelompok lain lari pulang dalam keadaan kocar- kacir, ketakutan dan gagal. Hanya milik Allah pujian yang Dia adalah Rabb langit, bumi dan alam semesta.

Pada bulan yang diberkahi ini pula Allah membukakan kota Makkah, negeri yang aman melalui tangan Khalil dan nabi-Nya Muhammad seutama-utama nabi. Allah mensucikan kota tersebut dari berhala dan kaum musyrikin. Itulah pembukaan kota yang penduduk langit bergembira karenanya, tali kemuliaan menggetarkan bintang-bintang di langit, manusia berbondong-bondong masuk agama Allah dan wajah bumi bersinar  kemilau. Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam keluar bersama 10.000 sahabatnya pada hari ke-10 bulan Ramadhan tahun 8 hijriyah. Beliau ingin memerangi orang-orang Quraisy karena mereka melanggar perjanjian Hudaibiyah. Beliau masuk kota Makkah dalam keadaan ditolong Allah dengan didampingi penolong beliau Az Zubair bin Al ‘Awwaam dan pedang Allah Khalid bin Al Walid. Beliau masuk kota Makkah dalam keadaan tunduk di hadapan Allah dan menundukkan kepala mengagungkan Allah Rabbul ‘Alamin. Ditancapkanlah bendera beliau pada ….. lalu berdiri dan para sahabat dari Muhajirin beserta Anshar mengelilingi beliau baik dari arah depan, belakang, kanan dan kiri beliau. Kemudian beliau thawaf mengelilingi Ka’bah. Saat itu di sekitar Ka’bah terdapat 360 berhala. Maka beliau pun menghancurkan berhala tersebut dengan busur panah seraya berkata:
Telah datang kebenaran dan sirna kebatilan. Sesungguhnya kebatilan itu akan sirna.”
Tatkala telah sempurna thawafnya, beliau pun masuk ke dalam Ka’bah dan melihat gambar-gambar makhluk hidup. Beliau memerintah agar gambar-gambar tersebut dihapus. Lantas beliau memegang pintu Ka’bah dan orang-orang Quraisy berada di bawahnya. Mereka menunggu apa yang akan beliau lakukan. Kemudian beliau berkata: “Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia telah mewujudkan janji-Nya. Dia telah menolong hamba-Nya dan Dia semata yang telah menghancurkan pasukan-pasukan musuh.” Lalu beliau bertanya: “Wahai segenap kaum Quraisy, apa pendapat kalian tentang bagaimana aku akan memperlakukan kalian?” Mereka menjawab, ”Kebaikan. Saudara yang mulia dan anak saudara yang mulia” Beliau berkata:”Sesungguhnya aku berkata kepada kalian sebagaimana Nabi Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: “Tidak ada cercaan untuk kalian hari ini. Pergilah kalian. Kalian bebas.”
Pada bulan yang diberkahi ini Allah memberi kenikmatan kepada hamba-hamba-Nya berupa kewajiban puasa. Dia menjadikan puasa tersebut sebagai salah satu rukun Islam. Allah menjadikan pahala bagi orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dalam keadaan iman dan mengharap pahala berupa dihapuskannya dosa orang tersebut yang terdahulu.

Dalam bulan yang diberkahi ini Allah memberi kenikmatan kepada hamba-hamba-Nya berupa shalat tarawih. Barangsiapa menunaikan shalat tersebut dalam keadaan iman dan mengharap pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu. Barangsiapa shalat bersama imam sampai imam selesai maka ia dicatat telah menunaikan shalat di malam itu seluruhnya.

Di bulan yang diberkahi ini Allah melimpahkan kepada umat ini berupa malam Lailatul Qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan. Barangsiapa menunaikan shalat tarawih di malam itu dalam keadaan iman dan mengharap pahala maka diampuni dosanya yang telah silam.

Berkah di bulan ini banyak dan melimpah jumlahnya. Maka hendaknya kalian memuji Allah atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kalian. Janganlah kalian menyia-nyiakan kesempatan baik di malam dan siang harinya. Kalau seandainya kalian tahu berkah di bulan ini maka sungguh kalian berharap seluruh tahun itu adalah bulan Ramadhan.

Allah berfirman (artinya): “Maka ingatlah kepada-Ku niscaya Aku akan ingat kepada kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian mengkufuri-Ku.” [Al Baqarah 152].

Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dengan sebab Al Qur’an Al ‘Azhim, memberikan manfaat kepadaku dan kalian dengan apa yang ada padanya berupa ayat-ayat dan peringatan. Aku mengucapkan perkataan ini dan memohon ampunan untukku, kalian dan segenap kaum muslimin dari setiap dosa. Maka mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Memberi ampunan dan Maha Penyayang.

Dialihbahasakan dari salah satu khutbah beliau yang terhimpun dalam kitab “Adh Dhiyaa’ul Laami’ Minal Khuthabil Jawaami’.”

, , , , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: