Berpisah Dengan Bulan Ramadhan


Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah

 Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan malam dan siang itu datang silih berganti bagi seseorang yang ingin mengambil pelajaran atau seseorang yang ingin bersyukur. Dia-lah yang memberi taufik kepada siapa saja dari hamba-Nya untuk menyemarakkan malam dan siang dengan ketaatan, sehingga mereka bertambah keimanannya dan merekalah orang-orang yang amalannya dibalas dengan kebaikan. Dia pula yang menghinakan siapa saja yang berpaling dari peringatan-Nya dan mengikuti hawa nafsunya. Merekalah orang-orang yang tempat kembalinya neraka jahannam dan neraka jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.

Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Dia mengutusnya sebelum tiba hari kiamat sebagai pemberi kabar gembira, ancaman, penyeru jalan Allah dan pelita penerang. Shalawat dan salam tercurah bagi beliau, keluarga, sahabat dan para pengikutnya.

Selanjutnya, wahai manusia: Kalian telah menunggu bulan Ramadhan dan ia pun datang lalu kalian meninggalkannya. Demikianlah setiap yang datang kepada kalian, kalian menjumpainya dan kalian pun meninggalkannya, sampai kematian menjemput kalian. Kalian telah menitipkan amalan di bulan Ramadhan. Barangsiapa telah berbuat baik maka berbahagialah dengan janji pengabulan dan pahala. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan balasan orang yang berbuat baik. Barangsiapa telah berbuat buruk maka bertaubatlah kepada Allah.Taubat sebelum kematian itu akan diterima dan Allah mencintai orang-orang yang senantiasa bertaubat.

Wahai manusia, meski bulan puasa telah berlalu namun masa untuk beramal tidaklah berlalu, kecuali dengan kematian. Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Dan beribadahlah kepada Rabb-mu sampai kematian menjemputmu.” [Al Hijr: 99]

Meski hari-hari puasa di bulan Ramadhan telah berlalu, namun puasa tetap disyariatkan. Hanya milik Allah segala pujian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam telah mengajarkan puasa Senin dan Kamis. Beliau bersabda (artinya): “Sesungguhnya amalan-amalan itu diangkat menuju Allah hari Senin dan Kamis. Maka aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.”

Beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam juga mewasiatkan untuk puasa 3 hari dalam tiap bulan. Beliau mengarahkan untuk berpuasa di hari- hari Al Bidh yaitu  tanggal 13, 14 dan 15. Namun boleh di hari-hari selain itu.

Meskipun Qiyam Ramadhan telah berlalu, namun Qiyamul Lail (shalat malam) tetap disyariatkan di setiap malam sepanjang tahun. Telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bahwa Allah turun ke langit dunia  di setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Dia berfirman (artinya): “Siapa yang ingin berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, siapa yang minta sesuatu kepada-Ku maka akan Aku beri dan siapa yang mohon ampun kepada-Ku maka akan Aku beri ampun” sampai tiba waktu fajar.

Wahai hamba-hamba Allah, bertakwalah kepada Rabb kalian dan bersegeralah mengisi hidup kalian dengan amal shalih. Wujudkan ucapan baik kalian dengan perbuatan. Manfaatkan waktu kalian dengan amal shalih. Sesungguhnya hakekat usia manusia itu adalah apa yang telah ia tunaikan berupa ketaatan kepada Allah. Sedangkan apa yang selain itu adalah sesuatu yang sirna dan kerugian.

Wahai kaum muslimin, Allah telah memudahkan jalan-jalan kebaikan untuk kalian dan membukakan pintu-pintu kebaikan tersebut. Dia pun mengajak kalian untuk masuk pintu-pintu tersebut dan menerangkan pahala-pahalanya.

Perhatikanlah shalat 5 waktu! Rukun Islam  yang paling ditekankan setelah tauhid. Shalat yang dilakukan 5 waktu namun dibalas 50 kali lipat. Allah jadikan shalat tersebut pada waktu-waktu terpisah agar  kalian tidak jenuh dan pada setiap waktu mendapat bagiannya.

Perhatikan shalat-shalat rawatib yang menyertai shalat 5 waktu! Shalat rawatib sebanyak 12 rakaat. 4 rakaat sebelum Zhuhur, 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah Maghrib, 2 rakaat setelah Isya’ dan 2 rakaat sebelum Subuh. Barangsiapa menunaikan shalat-shalat tersebut maka Allah akan buatkan baginya rumah di Surga (Al Jannah).

Perhatikanlah shalat witir! Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam telah mengajarkannya melalui ucapan dan perbuatan beliau. Shalat witir dapat dilakukan seusai shalat ‘Isya sampai menjelang munculnya fajar (shalat Shubuh-pen). Jumlah minimalnya 1 rakaat dan maksimalnya 11 rakaat. Shalat ini hukumnya sunnah mu’akaddah (sunnah yang ditekankan-pen) dan dibenci apabila ditinggalkan. Al Imam Ahmad berkata: “Barangsiapa meninggalkan shalat witir maka ia adalah orang yang buruk dan tidak sepantasnya diterima persaksiannya.”

Perhatikanlah zikir setelah shalat 5 waktu! Barangsiapa bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali dan bertakbir 33 kali lalu menyempurnakan bilangannya menjadi 100 dengan membaca Laa illaaha illallah wahdahu laa syariika lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir, maka akan dihapus dosa-dosanya walaupun dosanya sebanyak buih di lautan.

Perhatikan pula wudhu’! Barangsiapa berwudhu’ dan menyempurnakan wudhu’nya lalu berdoa: “Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu allahummaj’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathahhiriin”, maka dibukakan pintu-pintu surga yang berjumlah 8 pintu dan ia dapat masuk lewat pintu mana yang ia inginkan.

Perhatikan nafkah harta! Barangsiapa menafkahkan sebuah harta dengan ikhlas maka baginya pahala, sampai pun apa yang ia suapkan kepada istrinya, anaknya atau dirinya. Sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba yang makan lalu bertahmid atau minum lalu bertahmid. Seseorang yang membantu orang sebatang kara atau orang miskin itu seperti seseorang yang berjihad di jalan Allah atau seperti seseorang yang berpuasa dan tidak berbuka atau seseorang yang menunaikan shalat dan tidak berhenti.

Maka, pintu-pintu kebaikan itu sangat banyak. Jalan-jalan menuju kepadanya juga telah dimudahkan dan telah jelas. Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman (artinya): “Wahai orang-orang yang beriman, ruku’, sujud, beribadahlah kepada Rabb kalian dan perbuatlah kebaikan agar kalian beruntung.” [Al Hajj: 7].

Semoga Allah memberkahi aku dan kalian melalui Al Qur’an Al Kariim, memberi manfaat kepadaku dan kalian melalui apa yang ada padanya berupa ayat-ayat dan peringatan. Aku mengatakan hal ini dan memohon ampun kepada Allah untukku, kalian dan segenap kaum muslimin dari setiap dosa. Maka mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Memberi Ampunan dan Maha Penyayang.

 

Dialihbahasakan dari salah satu khutbah beliau yang dihimpun dalam kitab “Adh Dhiyaa’ul Laami’ Minal Khuthabil Jawaami’”

 

, , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: