Agar Doamu Terkabul


penulis: Abu Abdillah Al Jawy

Secara bahasa berdoa berarti meminta.

Beberapa Keutamaan Doa

  1. Doa dalam Al Quran dan As Sunnah dinamakan ibadah seperti dalam ayat (artinya) : “Dan berkata rabb/tuhan kalian : ‘berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya. Sesungguhnya siapa yang sombong/enggan beribadah kepada-Ku maka akan masuk Jahannam dalam keadaan hina’” (suratal Mu’min 60). Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan (artinya) : “Doa itu adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi dari shahabat Nu’man ibn Basyir radhiyallahu ‘anhu)
  2. Doa termasuk ibadah yang paling mulia. Dalam sebuah hadits “Seutama – utama ibadah adalah doa.” (HR.Al Hakim dan Syaikh Al Albani menghasankannya).
  3. Al Quran dimulai dan diakhiri dengan suratyang mengandung doa. Al Fatihah sebagai pembuka Al Quran mengandung doa yang wajib kita ulang minimal 17 kali dalam sehari semalam yaitu ihdinash shiraathal mustaqim…(sampai akhir surat). Para ulama menjelaskan bahwa diperintahkannya kita untuk mengulang – ulang doa yang satu ini menunjukkan pentingnya doa tersebut. An Naas yang menutup Al Quran juga mengandung doa yaitu qul a’uudzu birabbin naas…
    1. Orang yang berdoa dekat dengan rahmat Allah sebagaimana firman-Nya (artinya) ; “berdoalah kepada-Nya dengan takut dan berharap. Sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang – orang yang berbuat ihsan/kebaikan. (surat Al A’raf 56)
    2. Doa merupakan kebiasaan para nabi bahkan merekalah orang yang paling sempurna dalam berdoa kepada Allah. Allah menggambarkan bagaimana mereka berdoa “Sesungguhnya mereka (para nabi) berlomba – lomba dalam kebaikan dan berdoa kepada Kami dengan takut dan berharap dan mereka adalah orang yang khusyu’ kepada Kami. (suratAl Anbiyaa 90)

Beberapa Makna yang Terkandung Dalam Doa

  1. Di dalam doa terdapat perendahan diri di hadapan Allah dan nampaknya kelemahan hamba Allah serta butuhnya si hamba kepada Rabbul ‘aalamiin.
  2. Suatu ibadah, kapan kalbu semakin khusyu’ dan pikiran semakin terkonsentrasi maka ibadah itu makin sempurna. Doa adalah salah satu bentuk ibadah dimana kedua hal tersebut lebih mudah dan lebih mungkin tercapai karena doa didorong oleh kebutuhan hamba kepada pertolongan rabb­nya.
  3. Doa berkaitan erat dengan tawakkal dan isti’anah (minta pertolongan) kepada Allah dimana keduanya merupakan intisari dari ayat iyyaakaa na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ayat ini merupakan inti Al Fatihah dan Al Fatihah merupakan inti dan induk Al Quran.

Gambaran Kebutuhan Kita Kepada Doa dan Gambaran Kemahakuasaan Allah subhanahu wa ta’ala

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits Qudsi bahwa Allah berkata (artinya) : “Wahai para hamba-Ku kalian semua adalah orang yang sesat kecuali siapa yang  Aku beri hidayah maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan beri kalian hidayah. Wahai para hamba-Ku kalian semua adalah orang yang lapar kecuali siapa yang Aku beri makan maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku akan beri makan kalian. Wahai para hamba-Ku kalian semua adalah orang yang telanjang kecuali siapa yang Aku beri pakaian maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku akan beri kalian pakaian.”

“ Wahai para hamba-Ku seandainya kalian semua-mulai makhluk pertama sampai makhluk terakhir baik manusia maupun jin-berkumpul di suatu lapangan kemudian semuanya meminta kepada-Ku kemudian Aku beri masing – masing apa yang diminta; yang demikian tidaklah mengurangi apa yang Kumiliki kecuali seperti air yang menempel di sebuah jarum yang baru saja dicelupkan ke dalam lautan.” subhanallah allahu akbar.

Doa termasuk ibadah yang sangat utama sebagaimana telah lewat penjelasannya. Terkait dengan ini, ada dua hal yang penting untuk kita ingat.

Wajibnya mengikhlaskan doa hanya kepada Allah

“Dan berkata rabb/tuhan kalian : ‘berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya. Sesungguhnya siapa yang sombong/enggan beribadah kepada-Ku maka akan masuk Jahannam dalam keadaan hina’” (suratal Mu’min 60).

“ Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata…” (suratAl Bayyinah 5)

“Hanya milik Allahlah doa yang benar dan siapa yang berdoa kepada selain-Nya maka pada hakikatnya tidak bisa mengabulkan doa sedikitpun.” (suratAr Ra’d 14)

“Sesungguhnya siapapun yang kalian berdoa kepadanya selain Allah maka sebenarnya dia juga adalah hamba Allah seperti kalian.” (Al A’raf 194)

Makna ayat – ayat diatas secara jelas menunjukkan tidak bolehnya berdoa atau meminta kepada selain Allah dalam hal – hal yang tidak mampu memenuhinya kecuali Allah. Bahkan hal ini termasuk syirik besar yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam. Larangan ini sama saja apakah yang diminta selain Allah adalah seorang nabi yang telah meninggal maupun seorang yang dianggap wali seperti Wali Songo dan Syaikh Abdul Qadir Jailani, maupun orang shalih lainnya. Termasuk di dalamnya adalah meminta kepada jin, Nyi Roro Kidul, kuburan yang dikeramatkan, pohon – pohon besar yang diagungkan dan sebagainya.Na’udzubillahi min dzalik.

Sebisa mungkin memilih doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Beliau telah mencontohkan kepada kita berbagai dzikir dan doa dalam berbagai urusan mulai yang ringan seperti akan tidur dan bangun tidur sampai doa ketika menghadapi urusan – urusan yang berat. Allah mengatakan (artinya) : “Sungguh pada diri Rasulullah ada contoh yang baik bagi kalian yaitu bagi siapa saja yang berharap kepada Allah dan hari akhir dan banyak berdzikir kepada-Nya.” (suratAl Ahzab 21)

Beliau juga menjelaskan dalam beberapa hadits shahih bahwa beliau diberi kekhususan berupa jawami’ul kalim yang artinya kalimat – kalimat yang singkat namun padat makna.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma juga mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan dengan jawami’uddu’a (doa yang singkat penuh makna).

Maka, sungguh merupakan kerugian yang nyata kalau ada yang meninggalkan doa – doa yang beliau ajarkan dan mengambil doa dari ajaran orang lain bahkan  menganggap doa yang diajarkan orang lain itu lebih baik dibanding ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.Contohnya adalah berbagai wirid yang diajarkan beberapa guru/mursyid tarekat dimana diyakini bahwa wirid – wirid tersebut memiliki khasiat tertentu padahal wirid tersebut tidak pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan.  

Beberapa hal/keadaan yang mempermudah terkabulnya doa

  1. Doa mengandung makna yang baik bukan bermakna dosa maupun memutus silaturrahmi. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim yang artinya : “Tidaklah seorang mukmin berdoa yang tidak mengandung dosa atau memutus silaturrahmi melainkan Allah akan kabulkan…”
  2. Kalbu yang penuh berharap memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala
  3. Merendahkan diri di hadapan Allah ta’ala.
  4. Yakin dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala
  5. Puasa (HR. Ahmad dan lainnya,dishahihkan Syaikh Al Albani rahimahullah)
  6. Perjalanan/safar
  7. Dalam keadaan terzhalimi. Dalilnya adalah hadits shahih (artinya) : “ Tiga doa yang pasti dikabulkan :doa musafir, doa orang yang terzhalimi dan doa orang tua terhadap anaknya.” (HR.Tirmidzi)
  8. Mengangkat tangan
  9. Rizki yang halal
  10. Memperbanyak doa dengan ya rabbi, ya rabbana
  11. Tidak ada penghalang terkabulnya doa.

Beberapa penghalang terkabulnya doa

  1. Rizki yang haram baik makan minum yang haram maupun pakaian yang haram.
  2. Perbuatan maksiat pada umumnya.
  3. Tergesa – gesa dalam berdoa dengan mengatakan Aku sudah berdoa namun kok belum dikabulkan.
  4. Lisannya berdoa namun kalbunya tidak menghayati apa yang dia ucapkan.

Peringatan

Imam Muslim meriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah pernah menceritakan seseorang yang dalam keadaan safar, berdoa dengan mengangkat tangannya, dengan mengatakan ya rabbi ya rabbi, penuh berharap dan merendahkan diri di hadapan Allah. Namun, orang ini rizkinya-seperti makanan dan pakaian-didapat dari harta yang haram. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan ‘Bagaimana yang seperti ini bisa terkabul doanya?’ Dalam hadits ini ada pelajaran bagi kita bahwa terkadang terkumpul pada diri seseorang beberapa hal yang mempermudah terkabulnya doa, namun adanya satu sifat yang menghalangi terkabulnya doa bisa menyebabkan doa sulit untuk dikabulkan.

Di sisi lain, ketika kita merasa sudah banyak berdoa namun belum dikabulkan, maka kita harus banyak – banyak muhasabatun nafs atau koreksi diri jangan – jangan ada pada diri kita,satu atau bahkan lebih,penghalang terkabulnya doa.waffaqonallah.

, , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: