Menjaga Anugerah Allah


Para pembaca –semoga Allah merahmati kita semua- di antara anugerah besar yang Allah limpahkan kepada hamba – hamba-Nya adalah kalbu, penglihatan, pendengaran. Tiga anugerah yang bernilai mahal ini, Allah sebutkan dalam firman-Nya (artinya): “Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan kalian tidak mengetahui sesuatu apapun. Dan Dia memberi kalian (anugerah berupa) pendengaran, penglihatan dan kalbu agar kalian bersyukur.” [An-Nahl: 78].

Al-Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Yaitu Dia memberi pendengaran agar kalian mendengar perintah dan larangan, penglihatan agar kalian melihat ciptaan-ciptaan-Nya dan kalbu agar kalian dapat mengenal diri-Nya.” [Tafsir al-Qurthubi].
Al-Imam Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah berkata: “Allah mengkhususkan penyebutan 3 anggota tubuh ini karena kemuliaan dan keutamaan yang ada padanya. Disebabkan pula 3 anggota tubuh ini merupakan pintu setiap ilmu. Tidaklah sebuah ilmu sampai kepada seorang hamba melainkan mesti melalui salah satu dari 3 pintu ini.” [Tafsir as-Sa’di]

Allah pun melarang hamba-hamba-Nya untuk berada pada suatu hal, baik berupa perkataan, perbuatan maupun keyakinan yang tidak dilandasi oleh ilmu (pengetahuan). Kelak, Dia Ta’ala akan meminta pertanggungjawaban dari pendengaran, penglihatan dan kalbu mereka. Allah Tabaaraka Wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan janganlah engkau mengikuti apa yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya setiap pendengaran, penglihatan, dan kalbu itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” [Al Israa’:36].
Al-Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Yaitu (maknanya) Dia meminta pertanggungjawaban kepada setiap dari 3 hal ini tentang apa yang telah diperbuatnya. Kalbu akan ditanya tentang apa yang telah dipikirkan atau diyakininya. Pendengaran dan penglihatan akan ditanya tentang apa yang telah didengar dan dilihatnya.Dikatakan pula maknanya bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memintai pertanggungjawaban kepda manusia tentang apa yang dilakukan pendengaran, penglihatan atau kalbunya… dan makna pertama lebih mengena dalam pembuktian, sebab (dengan itu) akan nampak pendustaan terhadap manusia oleh anggota badannya. Itulah puncak kehinaan manusia.” [Tafsir al-Qurthubi].

Dari penjelasan al-Imam al-Qurthubi ini, kita dapat menyimpulkan makna ayat ke-36 dari surat Al Israa’ yaitu:
a.Makna pertama bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada 3 anggota tubuh manusia tentang apa yang telah dilakukannya. Makna ini diperkuat oleh firman Allah Ta’ala (artinya): “Sehingga apabila mereka (penduduk neraka) mendatangi neraka maka pendengaran, penglihatan dan kulit mereka akan menjadi saksi tentang apa yang telah mereka kerjakan.” [Fushshilat:20].
b.Makna kedua yaitu Allah akan memintai pertanggungjawaban kepada manusia tentang 3 anggota tubuhnya yaitu pendengaran, penglihatan dan kalbunya. Makna ini dikuatkan dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam (artinya): “Seorang hamba akan didatangkan (di hadapan Allah) pada hari kiamat. Lalu Allah berkata kepada dirinya: “Bukankah Aku telah memberimu pendengaran, penglihatan, harta, anak, Aku tundukkan binatang ternak dan tumbuh- tumbuhan untukmu dan Aku beri kepemimpinan dan ketentraman untukmu, kemudian apakah engkau yakin akan berjumpa dengan-Ku pada hari ini ?” Maka hamba tersebut menjawab :”Tidak.” Akhirnya Allah berkata kepadanya: “Hari ini Aku melupakanmu sebagaimana dahulu engkau melupakan-Ku.” [H.R at-Tirmidzi dan dishahihkan asy-Syaikh al-Albani].

Atas dasar ini, maka telah tiba saatnya –tanpa menunda-nunda lagi- kita segera mempersiapkan pendengaran kita untuk mendengar ayat-ayat Allah dan sabda-sabda Rasul-Nya, mempersiapkan penglihatan kita untuk membaca firman-firman Rabbul ‘Alamin dan petunjuk nabi-Nya yang mulia dan mempersiapkan kalbu kita untuk memahami bimbingan Allah dan utusanNya, sehingga kita tetap berada di atas pengetahuan yang kokoh.
Alangkah ruginya apabila seseorang telah menghadap Allah dalam keadaan menyesal karena telah mengabaikan petunjuk utusan dan kekasih-Nya, Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam. Allah mengingatkan sebuah peristiwa kepada kita semua, melaui firman-Nya (artinya): “Pada hari (ketika) orang yang zalim menggigit jari jemarinya sembari berkata:”Aduhai, kiranya dahulu aku mengikuti jalan Rasul-Nya. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya dahulu aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku. Sungguh si fulan telah menyesatkan diriku dari peringatan setelah peringatan itu datang padaku.” [Al Furqaan: 27-29].
Terlebih, sedikit sekali diantara hamba- hamba-Nya yang bersyukur atas anugerah kalbu, penglihatan dan pendengaran tersebut. Allah berfirman (artinya): “Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan kalbu. Sangat sedikitlah diantara kalian yang bersyukur.” [Al Mu’minuun:78].
Dia berfirman (artinya): “Kemudian Dia menyempurnakan (janin manusia) dan meniupkan ruh ciptaanNya ke dalam (janin) tersebut. Lalu dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan kalbu. Namun sedikit sekali diantara kalian yang bersyukur.” [As Sajdah 9].
Dia pun berfirman (artinya): “Katakanlah: “Dia-lah yang menciptakan kalian dan menjadikan untuk kalian pendengaran, penglihatan, dan kalbu. Namun sedikit sekali diantara kalian yang bersyukur.” [Al Mulk:23].

Sedikit sekali diantara hamba-hamba Allah yang memanfaatkan pendengarannya untuk gemar mendengar kalam ilahi dan sabda Rasul-Nya. Sebaliknya banyak sekali diantara mereka justru senang mendengar lantunan suara dan ucapan yang mengundang kemarahan Allah.
Betapa sedikit hamba-hamba Allah yang merasa nikmat tatkala melihat dan membaca berita atau kabar dari al-Qur’an dan sunnah Rasul, dibandingkan mereka yang merasa senang tatkala melihat sesuatu yang mengakibatkan dosa. Demikian pula, sangat sedikit diantara hamba-hamba Allah yang kalbunya bersemangat mengajak pendengaran dan penglihatannya untuk tetap di atas kebaikan.
Terkait dengan kalbu, apabila kalbu telah rusak maka akan rusaklah pendengaran dan penglihatan, bahkan seluruh anggota badan seseorang.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya): “Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad manusia itu ada segumpal daging. Bila segumpal daging itu baik maka akan baik pula seluruh jasad itu. Namun bila segumpal daging itu rusak maka akan rusak pula seluruh jasad tersebut. Ketahuilah segumpal daging itu adalah kalbu.” [H.R al-Bukhari dan Muslim].
Bahkan jika jasad tersebut telah rusak dan terbiasa dengan kerusakan maka kalbu sendirilah yang akan menuai petaka berupa torehan noda hitam, sampai kalbu menjadi hitam legam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya): “Sesungguhnya seorang mukmin bila melakukan dosa maka akan muncul noda hitam pada kalbunya. Namun bila ia bertaubat, mencabut dosa dan beristighfar maka hilang noda hitam tersebut dari kalbunya. Bila dosanya bertambah maka bertambah pula noda hitam sampai menutupi kalbu tersebut yang Allah Azza Wa Jalla sebutkan dalam Al Qur’an (artinya): “Sekali- kali tidak! Sesungguhnya apa yang selalu mereka perbuat itu telah menutup kalbu mereka.” [Al Muthaffifin:14]. [Ash Shahihul Musnad:1341. Lihat 1430].

Hendaknya kita bisa mengambil pelajaran (ibrah) dari keadaan orang-orang kafir yang hina karena kalbu, penglihatan, dan pendengaran mereka telah mati. Allah berfirman tentang keadaan mereka melalui firman-Nya (artinya): “Sesungguhnya orang- orang kafir sama saja bagi mereka, engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tetap tidak beriman. Allah telah mengunci kalbu dan pendengaran mereka. Pada penglihatan mereka terdapat penghalang. Bagi mereka azab yang besar.” [Al Baqarah 6-7].
Dalam ayat mulia ini, Allah sekaligus menyebutkan 2 azab yang menghinakan mereka:
a.Azab di dunia berupa ditutupnya 3 pintu masuknya ilmu dan kebaikan bagi mereka yaitu kalbu, penglihatan, dan pendengaran. Sehingga sebanyak apapun ayat-ayat Allah dan peringatan-Nya tidaklah bermanfaat bagi mereka.
b. Azab di akhirat berupa siksa neraka jahanam yang sangat pedih. Semoga Allah menyelamatkan kita dari kehinaan di dunia maupun di akhirat.
Meski orang-orang kafir sering mendengarkan ajakan utusan Allah dan berkali-kali melihat keagungan ayat-ayat Allah yang dibawa utusan Allah tersebut, ternyata semua itu tidak memberikan manfaat. Demikian ini karena kalbu mereka telah mati dan tertutup kegelapan. Allah ‘Azza wa Jalla menegaskan (artinya): “Dan diantara mereka ada suatu kaum yang mendengarkan (ajakanmu). Namun Kami (Allah) telah letakkan penutup pada kalbu mereka sehingga mereka tidak memahami (ajakan) tersebut. Pada telinga mereka ada sumbatan. Jika pun mereka menyaksikan setiap ayat maka mereka tetap tidak mengimaninya.” [Al An’aam 25] .

Allah mengabarkan tentang keadaan kaum ‘Aad –yang ingkar terhadap nabi mereka yaitu Nabi Huud ‘alaihis Salaam – melalui firman-Nya (artinya): “Dan sungguh Kami (Allah) telah mengokohkan kedudukan mereka (kaum ‘Aad-pen) dalam hal yang Kami belum mengokohkan kalian padanya. Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan kalbu, namun ternyata pendengaran, penglihatan dan kalbu tersebut tidak bermanfaat sedikitpun bagi mereka. Sebab mereka telah menentang ayat- ayat Allah dan (akhirnya) mereka diliputi azab yang dulunya mereka memperolokkannya.” [Al Ahqaaf:26].
Allah memberitakan pula tentang keadaan para penghuni neraka jahanam, melalui firman-Nya (artinya): “Dan sungguh Kami (Allah) jadikan untuk isi Jahannam itu banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki kalbu namun tidak mempergunakannya untuk memahami ayat- ayat Allah. Mereka memiliki penglihatan namun tidak mempergunakannya untuk melihat ayat- ayat-Nya. Mereka memiliki pendengaran namun tidak mempergunakannya untuk mendengar ayat- ayat-Nya. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang- orang yang lalai. ” [Al A’raaf:179].

Wallahu a’lamu bish-Shawaab

Daftar Pustaka:
-Tafsir al-Qurthubi
-Tafsir as-Sa’di
-Shahih al-Bukhari
-Shahih Muslim
-Sunan at-Tirmidzi
-ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa fish Shahihain

, , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: