Ath-Thiyarah


Ath-Thiyarah memiliki istilah lain yaitu at–Tathayyur. Ath-Thiyarah atau at-Tathayyur adalah anggapan sial terhadap sesuatu yang dilihat, didengar, waktu atau tempat tertentu. Insya Allah akan disebutkan sebagian contoh dari definisi di atas pada akhir risalah ini.

Ath-Thiyarah Adalah Perilaku Orang-orang Kafir
Dalam beberapa ayat Al Qur’an, Allah menyebutkan perilaku ini pada sebagian orang-orang kafir dahulu.
1)Ath-Thiyarah adalah perilaku kaum Tsamud
Kaum Tsamud adalah orang-orang yang diutus kepada mereka Nabi Shalih ‘alaihis Salaam. Allah menceritakan at-Thiyarah pada ucapan mereka melalui firman-Nya (artinya):
Mereka (kaum Tsamud-pen) berkata : “Kami menganggap sial terhadap keberadaanmu dan orang-orang yang mengikutimu. Maka Nabi Shalih mengatakan : “Kesialan yang menimpa kalian sesungguhnya telah ditetapkan Allah. Bahkan kalian adalah kaum yang sedang mendapatkan ujian” (an-Naml : 47)
2)Ath-thiyarah adalah perilaku Fir’aun dan pengikutnya
Fir’aun dan pengikutnya adalah orang-orang yang diutus kepada mereka Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimas Salaam. Allah menyebutkan salah satu kisah mereka dalam firman-Nya (artinya):
Maka apabila keberuntungan menyertai mereka (Fir’aun dan pengikutnya-pen) ternyata mereka berkata : “Kami berhak mendapatkan keberuntungan ini.” Namun apabila kesialan menimpa mereka maka merekapun beranggapan sial terhadap keberadaan Musa dan orang-orang yang mengikutinya. Ketahuilah kesialan yang menimpa mereka itu sesungguhnya telah ditetapkan Allah. Namun kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.” (al-A’raaf : 131)
3)Ath-thiyarah adalah perilaku Ashabul Qaryah.
Ashabul Qaryah adalah orang-orang yang ada di sebuah negeri dan hidup di tengah mereka para juru dakwah. Allah menceritakan perihal mereka dalam firman-Nya (artinya):
“Dan sampaikan (wahai Muhammad) kepada mereka (orang-orang musyrik jahiliah-pen) tentang Ashabul Qaryah tatkala para utusan dakwah mendatangi mereka.”
(Yaasin : 13)
Lalu bagaimana tanggapan Ashabul Qaryah terhadap seruan para juru dakwah tadi? Allah pun mengisahkan tanggapan mereka dalam firman-Nya (artinya):
Mereka (Ashabul Qaryah-pen) berkata : “Sesungguhnya kami beranggapan sial terhadap keberqadaan kalian. Apabila kalian tidak berhenti dari dakwah kalian maka sungguh kami akan melempari kalian dengan batu dan sesungguhnya kalian akan merasakan siksa yang pedih dari kami.” Mereka (para juru dakwah) pun berkata : “Kesialan yang menimpa kalian itu disebabkan perbuatan maksiat yang kalian lakukan. Apakah bila kalian diberi peringatan (justru kalian beranggapan sial terhadap keberadaan kami?!). bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas.” (Yaasin : 18-19).
4)Ath-Thirayah adalah perilaku orang-orang musyrik jahiliah.
Allah mengatakan hal ini dalam salah satu firman-Nya (artinya):
Dan apabila keberuntungan menyertai mereka (orang-orang musyrik jahiliah-pen) maka mereka berkata : “Keberuntungan ini datangnya dari Allah”. Namun apabila kesialan menimpa mereka maka mereka berkata : “Kesialan ini muncul akibat (seruan) mu”. Katakanlah : “Keberuntungan dan kesialan itu telah ditetapkan Allah” (an-Nisaa’ : 78)
Para pembaca – semoga dirahmati Allah – dari keterangan 4 ayat ini, kita dapat mengambil faedah, diantaranya :
a)Bahwa anggapan sial (ath-Thiyarah/at-Tathayyur) merupakan perilaku buruk yang ada pada sebagian orang kafir. Bahkan menjadi alasan mereka menolak kebenaran.
b)Jawaban yang tegas dan tepat dari para pembawa kebenaran bahwa kesialan, musibah dan malapetaka itu semata-mata ketetapan takdir Allah yang disebabkan kemaksiatan manusia.
Jika ath-Thiyarah merupakan perilaku buruk yang ada pada orang-orang kafir maka tentu kaum muslimin tidak sepantasnya memiliki perilaku tersebut. Disamping itu, ath-Thiyarah sendiri dilarang keras oleh agama Islam yang suci ini.

Larangan Melakukan ath-Thiyarah
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya):
ath-Thiyarah adalah syirik, ath-Thiyarah adalah syirik dan ath-Thiyarah adalah syirik” (H.R Abu Dawud yang dishahihkan asy- Syaikh al-Albani dan asy- Syaikh Muqbil)
Jelas sekali, bahwa at-Thiyarah adalah perilaku yang sangat dilarang oleh Islam. Bahkan ath-thiyarah dinyatakan sebagai bentuk kesyirikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam menegaskan hal itu sampai 3 kali.
Seseorang yang melakukan ath-Thiyarah berarti ia telah terjatuh dalam perbuatan syirik. Apabila sesuatu yang ia anggap sial itu merupakan SEBAB datangnya kesialan padahal bukan merupakan sebab, maka ia terjatuh dalam perbuatan syirik kecil (Syirkul Ashghar). Namun bila sesuatu yang ia anggap sial itu adalah sesuatu yang mendatangkan kesialan DENGAN SENDIRINYA TANPA KETETAPAN DARI ALLAH, maka ia terjatuh dalam syirik besar (Syirkul Akbar).
Jika seseorang telah terjatuh dalam perbuatan syirik baik syirik kecil maupun syirik besar maka hendaknya bersegera bertaubat kepada Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni segala bentuk dosa saat seseorang bertaubat kepada-Nya. Allah berfirman (artinya):
Katakanlah : “Wahai hamba-hambaKu yang menzalimi diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah akan mengampuni segala bentuk dosa. Sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (az-Zumar : 53).
Hendaknya orang yang telah melakukan ath-Thiyarah bersegera untuk bertaubat kepada Allah. Bila dirinya belum bertaubat kemudian ajal menjemputnya, maka Allah tidak mengampuninya. Allah berfirman (artinya) “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni (dosa) kesyirikan dan mengampuni (dosa) yang berada bawah kesyirikan (itupun) bagi orang yang Dia kehendaki.” (an-Nisaa : 48 dan 116).

Batasan ath-Thiyarah Termasuk Kesyirikan
Seseorang dinyatakan melakukan kesyirikan karena ath-Thiyarah apabila ath-Thiyarahnya tersebut mencegah dirinya dari menunaikan hajat/keinginan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya):
Barangsiapa yang ath-Thiyarahnya mencegah dirinya (dari menunaikan keinginan) maka dia telah berbuat syirik. “( ash-Shahihah tentang hadits 1065)
Namun apabila ath–Thiyarah tersebut sekedar lintasan sejenak dalam hati atau pikiran lalu segera dihilangkan maka dirinya belum dinyatakan terjatuh dalam kesyirikan. Rasullulah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (artinya):
Sesungguhnya Allah memaafkan umatku dari kemaksiatan yang terlintas pada benak mereka selama belum mereka ucapkan atau amalkan.” (H.R al- Bhukari dan Muslim)
Dengan demikian, bila muncul anggapan sial terhadap sesuatu yang didengar, dilihat, waktu atau tempat tertentu maka segeralah kita menghilangkannya dengan tawakal sepenuhnya kepada Allah Ta’ala. Tidak membiarkan anggapan sial itu tertanam dalam benak kita lebih-lebih sampai kita ucapkan atau menghalangi kita dari menunaikan keinginan.

Doa Penghapus Dosa ath-Thiyarah
Tidak dipungkiri bahwa kita sangat mudah terjatuh dalam kesyirikan. Terlebih bila kita jauh dari bimbingan Islam. Jauhnya seseorang dari bimbingan Islam dapat menyebabkan dirinya merasa aman dari perbuatan syirik atau tidak merasa dirinya telah berbuat syirik, temasuk ath-Thiyarah.
Jika seseorang telah melakukan ath-Thiyarah maka hendaknya membaca doa :
Allahummaa Laa Khaira illaa Khairuka Wa Laa Thaira illaa Thairuka Wa Laa ilaaha Ghairuka
(Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali yang telah Engkau tetapkan, tidak ada kejelekan kecuali yang telah Engkau tetapkan pula dan tidak ada sesembahan yang benar selain diri-Mu.)” (ash-Shahihah tentang hadits 1065)

Sebagian Contoh ath-Thiyarah Di Sekitar Kita
1.Anggapan sial terhadap angka 13.
2.Anggapan sial terhadap suara / hinggapnya burung hantu di tempat tertentu, masuknya kelelawar atau tokek ke rumah.
3.Anggapan sial setelah kendaraannya melindas kucing hingga mati.
4.Anggapan sial terhadap malam Jum’at Kliwon.
5.Anggapan sial terhadap tempat tertentu baik di darat maupun di laut karena sering terjadi kecelakaan atau sering muncul makhluk halus di tempat tersebut.
6.Anggapan sial terhadap bulan Sura (Muharram) sehingga pantangan untuk menyelenggarakan acara pernikahan di bulan tersebut.
Wallahu a’lamu bish -Shawaab

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: